BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Warga Kota Banjarbaru akhir-akhir ini mengaluhkan langkanya LPG bersubsidi 3 kilogram (kg). Tidak hanya langa, harganya juga melambung tinggi hingga mencapai Rp 45 ribu per tabung.
Menanggapi keluhan dari masyarakat dengan adanya kelangkaan ini, Pemerintah Kota Banjarbaru gerak cepat (garcep) untuk menggelar rapat penting dengan pihak PT Pertamina guna membahas pendistribusian gas LPG 3 kg agar lebih tepat sasaran, bertempat di Ruang Tamu Utama Wali Kota, Kamis (13/06/2024).
# Baca Juga :Serahkan 9 Program Bedah Rumah di Cempaka, Wali Kota Banjarbaru: Betulisan Duit, Kena Datang Barang
# Baca Juga :Di Hadapan Wakil Rakyat, Wali Kota Banjarbaru Sebut Realisasi Anggaran 2023 Lampaui Target,
# Baca Juga :Inginkan SKPD Masuk Sekolah Dilanjutkan, Wali Kota Banjarbaru Ingin Siswa Mendapatkan Gambaran Masa Depannya
# Baca Juga :Tingkatkan Produksi Pertanian, Wali Kota Banjarbaru dan TNI AD Buka Lahan Tidur 1.200 Ha di Bukit Petruk
Rapat yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, HM Aditya Mufti Ariffin didampingi Instansi terkait dengan menghadirkan pihak PT Pertamina.
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Kalsel, Sukra Mulia Rizky saat menyampaikan kuota di Kota Banjarbaru. Foto – Noval
Dalam kesempatan ini Wali Kota Aditya mengatakan, dalam waktu dekat PT Pertamina akan menyampaikan kepada kami terkait data-data pangkalan yang ada di Kota Banjarbaru dan termasuk kuotanya, serta masyarakat yang berhak menerima tabung gas LPG 3 kg.
“Karena data yang menerima berdasarkan NIK walaupun tidak ada pembatasan, tetapi kami mencoba turun kelapangan untuk memastikan pangkalan dan penerima ini tepat sasaran,” ucapnya.
Masih kata Aditya, dalam pertemuan ini agar tidak ada permainan dari pangkalan ke pengecer, termasuk kami juga mencoba mencari skema agar pendistribusiannya juga tepat sasaran.
“Semisal untuk UMKM bisa mendapatkan gas 3 kg nanti lewat koperasi yang ada di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Banjarbaru. Dan insyaAllah dalam waktu dekat Pemerintah Kota Banjarbaru bersama Pertamina didampingi TNI/Polri dan Kejaksaan kita akan turun kelapangan untuk memeriksa pangkalan dan pengecer tidak ada permainan,” ucapnya.










