KJB Bakal Kembali Gelar Basaruan Jilid II, Ini yang Bakal Dilakukan

PARINGIN, KALIMANTANLIVE.COM – Komunitas Jelajah Balangan (KJB) bakal kembali menggelar event Babarasih Aliran Sungai Balangan (Basaruan II) sebagai langkah nyata pemerhati lingkungan sungai Balangan pada 27-28 Juli 2024 nanti.

“Saat ini persiapan kami sudah 70 persen menjelang pelaksanaan kegiatan,” kata, Muhammad Annas Al Fatihah selaku Ketua KJB, Rabu (19/6/2024).

# Baca Juga :Ahsani Fauzan Ajak Warga Balangan Gunakan Hak Pilih saat Pilkada Balangan 2024

# Baca Juga :Ketua DPRD Balangan Ajak Seluruh Lapisan Masyarakat Berantas Narkoba dengan Agar Terwujud “Desa Bersinar”

# Baca Juga :Turnamen Sepak Bola Bupati Balangan Cup 2024 Digelar, 16 Tim dari SKPD Bertanding Rebutkan Piala Bupati

# Baca Juga :Ketua Komisi III DPRD Balangan Ikut ‘Bagagap iwak’ di Desa Panggung, Ini Hadiah bagi Pemenang

Ia menyampaikan, saat ini mereka sedang pada tahapan berkonsulidasi lanjutan dengan pihak mitra yang akan terlibat dalam penyelenggaraan event kedua ini, seperti Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPLH) Kabupaten Balangan, Balai Wilayah Sungai (BWS) III Provinsi Kalimantan Selatan, hingga pihak PT Adaro Indonesia.

Ia melanjutkan, pelaksanaan event kali ini tidak jauh berbeda dibanding Basaruan I tahun 2023 lalu, namun pada Basaruan II akan lebih menekankan pada pemeliharaan bantaran sungai dengan memperbanyak penanaman pohon di bantaran sungai, guna mencegah abrasi.

“Dalam event kita ada beberapa kegiatan, diantaranya, memungut sampah yang hanyut atau di bantaran sungai, penanaman pohon, pelepasan anak ikan, penaburan eco enzim dan kampanye untuk menjaga bantaran sungai,” ujarnya.

Adapun Peserta yang dijaring untuk terlibat dalam kegiatan Basaruan Jilid II ini, merupakan rekanan para penggiat lingkungan hidup, pecinta alam, relawan kebencanaan dan Komunitas atau Organisasi serupa.

Mereka nantinya, persatu tim terdiri dari 4 orang, yang di bekali dengan 4 buah ban dalam trailer dipompa dan dirakit berdasarkan kreatifitas mereka ditambah dengan atribut yang di berikan pihak penyelenggara.

“Bersarkan pengalaman sebelumnya, para peserta memiliki kreatifitas masing-masing untuk merakit perahu, tidak ada ketentuan dasar,” katanya.