Menurut politikus Partai Gerindra ini, solusi jangka panjang yang lebih efektif adalah dengan mematikan portal judi online agar tidak mudah diakses. Hal itu akan lebih optimal mencegah meluasnya judi online dibandingkan hanya memberikan bantuan sosial yang dikhawatirkan disalahgunakan oleh pelaku untuk modal berjudi.
“Yang lebih kita perlukan itu sebenarnya adalah bagaimana melindungi perangkat kita dari kemunculan akses menuju situs judi online itu,” jelas Lutfi.
Ia menilai kesan yang muncul saat ini adalah adanya pembiaran dari Pemerintah Pusat yang seharusnya dapat melakukan pemblokiran situs-situs atau portal judi online yang kerap muncul melalui iklan pop-up, pesan singkat hingga ajakan di media sosial.
Lutfi tidak ingin bantuan sosial yang ditujukan bagi warga miskin justru diberikan kepada keluarga pelaku judi online yang dikhawatirkan akan menimbulkan kebiasaan berjudi yang terus berulang.
Kalimantanlive.com/eep
editor: elpian










