Lihat Jembatan Penghubung Antar Desa Rusak Parah, H Masiarah Amin Turun Langsung Memperbaiki

KOTABARU, KALIMANTANLIVE.COM – Jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Pamukan Selatan, Kabupaten Kotabaru, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.

Kondisi memprihatinkan jembatan penghubung di Desa Tanjung Samalatakan itu mengundang simpati anggota DPRD Kotabaru dari Partai Kebangkitan Bangsa, H Masiarah Amin.

Jembatan tersebut menggunakan penyangga dari batang kayu bakau yang sudah mulai lapuk dan tidak memiliki pagar pengaman, sehingga sangat berbahaya bagi pengguna jalan.

# Baca Juga :Arbani Apresiasi Kepedulian Kapolres Kotabaru yang Memberi Kursi Roda kepada Warga yang Membutuhkan

# Baca Juga :Bapenda Kotabaru Laksanakan Operasi Sisir PBB-P2, Begini Tanggapan Wakil Rakyat Chairil Anwar

# Baca Juga :KPU Kotabaru Gelar Peluncuran Pilbup, Maskot dan Jingle Pilkada 2024, Sayed Jafar Ajak Masyarakat Berperan Aktif

# Baca Juga :Sukses Digelar, Kejuaraan IPAC Gantole Paralayang Seri ke-2 2024 Resmi ditutup Bupati Kotabaru Sayed Jafar

Menanggapi situasi ini, H. Masiarah Amin bersama warga setempat bergerak cepat melakukan perbaikan sementara, meskipun harus menggunakan dana pribadi agar jembatan ini aman dilalui oleh masyarkat.

“Mengambil langkah cepat sangat penting mengingat jembatan ini sangat vital bagi kepentingan warga, ” ujar Rahman, seorang warga yang aktif membantu dalam upaya perbaikan jembatan tersebut.

Dengan dukungan dana pribadi dari H. Masiarah Amin dan partisipasi warga setempat, perbaikan sementara dilakukan dengan menambahkan penyangga baru.

Menurut Rahman, meskipun jembatan tersebut dapat digunakan sementara oleh kendaraan roda dua dan roda empat, namun menurut dia bahwa struktur kayu sementara ini masih kurang aman dan nyaman untuk dilalui.

“Perbaikan ini mendesak karena ada keruntuhan di bawah jembatan. Namun, untuk keamanan dan kenyamanan, dirasa sangat kurang karena jembatan masih berbentuk kayu dan belum permanen,” tambah Rahman.

Abang Roy, salah satu warga desa Tanjung Semalantakan menambahkan bahwa sering terjadi kecelakaan di jembatan tersebut, termasuk pedagang sayur beberapa waktu yang lalu saat melintasi jalur ini.

“Banyak pengendara yang jatuh dari jembatan, bahkan kendaraan roda empat sering terperosok. Harapan besar saya agar jembatan ini diganti dengan yang permanen agar mudah dilalui,” ujarnya.