PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Kalangan santri TK/TP Alquran se- Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), ‘berlaga’ pada ajang Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) IX Tingkat Kabupaten Tala, Sabtu (22/6/2024).
Ajang religius yang digelar oleh BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) Tala itu bertempat di MAN Tanah Laut di kawasan Matah, Kelurahan Karang Taruna, Kecamatan Pelaihari. Tempat lombanya menyebar di sejumlah ruangan atau tempat lainnya di lingkungan madrasah setempat.
# Baca Juga :Jelang Pilkada Serentak 2024, Kader Demokrat Tanah Laut Antusias Ikuti Pendidikan Politik
# Baca Juga :Dirut Bank Kalsel Fachrudin Bersama Pj Bupati Syamsir Rahman Serahkan Bantuan CSR di Tanah Laut
# Baca Juga :Pj Bupati Syamsir Rahman Resmi Buka CFD di Tanah Laut, Digelar Dua Kali Sebulan Jalan Hadji Boejasin Pelaihari
# Baca Juga :HUT Bhayangkara, Satpolairud Polres Tanah Laut Periksa Kesehatan Warga Desa Sungai Rasau
Plh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Tala H Hamsani membuka ajang yang digelar tiap tiga tahun tersebut. Turut hadir Sekretaris Umum BKPRMI Tala Zainuddin, perwakilan Forkopimda Tala dan tamu undangan penting lainnya.
Ketua Umum BKPRMI Tala H Abdul Hakim Muslim terlambat datang dikarenakan mengalami hambatan di jalan yakni kekempesan ban mobil saat menuju lokasi acara. Agar acara tetap berjalan lancar sesuai jadwal, ia menghubungi panitia agar acara pembukaan dilanjutkan sesuai waktu yang telah ditentukan.
Sekum BKPRMI Tala Zainuddin mengatakan tema FASI IX saat ini adalah Santri Hebat. Hebat Prestasi, Hebat Mengaji dan Berakhlakul Karimah. Pelaksanaan lomba selama sehari dimulai sejak pagi hingga selesai.
“Peserta sekitar 320 orang lengkap dari seluruh kecamatan yang ada di Tala. Ajang ini untuk mencari yang terbaik untuk mewakili Tala pada FASI IX tingkat Provinsi Kalsel pada akhir Agustus nanti di Kabupaten Tanah Bumbu,” sebut Zainuddin.
Dijelaskannya, FASI IX diikuti santri TKA, TPA, dan TQA (Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA). Pada TK/TPA ada sekitar tujuh cabang lomba, sedangkan pada TQA ada tambahan satu cabang lomba yaitu Tilawah.
Cabang lombanya antara lain meliputi tartil, adzan, mewarna, nasyid, cerdas cermat, dan bakisah. “Secara keseluruhan ada 24 cabang, jika putra-putri maka totalnya ada 48 kategori lomba,” papar Zainuddin.
Ia mengatakan melalui ajang tersebut diharapkan melahirkan santri yang hebat sesuai tema FASI IX.
“Kita berharap mulai kelihatan bibit-bibit daerah yang mewakili ke tingkat provinsi. Mudah-mudahan bisa sampai ke tingkat nasional. Ini juga ada kaitannya dengan bibit-bibit MTQ karena di dalamnya juga ada cabang tartil, kaligrafi, dan tilawah,” tandasnya.







