Adapun tiga program yang dijalankan ke desa-desa meliputi pelatihan montir sepeda motor injeksi, teknisi AC dan menjahit. Selama berjalannya waktu akan dilakukan penambahan untuk jenis pelatihannya.
“Ini supaya warga di daerah bisa mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dalam pelatihan tersebut,” ujar Firman.
Terakhir, ia pun juga meminta pihak BLK Kalsel untuk melakukan konsensus dengan desa untuk monitoring peserta pelatihan pasca kegiatan.
“Begitu pelatihan selesai untuk 16 peserta setiap desa ini yang sudah dilatih untum dimonitor perkembangan, apakah sudah berwirausaha, sudah bekerja atau dapat pekerjaan,” pintanya.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat
Editor: elpian









