Dia mengatakan permasalahannya adalah Juli, Agustus, dan September, termasuk di Kalsel biasanya musim kemarau. Akan tetapi yang terjadi saat ini musim kemaraunya ini akan hujan terus akibat dipengaruhi oleh La Nina.
“Artinya kemungkinan besar kemaraunya ini masih turun hujan tapi kategorinya masih musim kemarau, cuma mungkin bahasa umumnya kemarau basah,” jelasnya.
Goeroeh menyebutkan, tidak semua daerah di Kalsel kemarau basah, “Daerah-daerah Kalsel kita bagi dari di pegunungan Meratus, seperti Batola, Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan itu cenderung kemaraunya itu kemarau basah, tapi untuk Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru itu cenderung ke kemarau normal,” jelas Goeroeh.
Selain kemarau basah, kemarau tahun ini sifatnya mundur, biasanya terjadi kemarau bulan Mei sudah mulai di beberapa daerah di Kalsel tapi tahun 2024 ini pertengahan Juni ini itu baru kemarau,
“Itupun daerah-daerah seperti Batola, Banjarmasin, sebagian di Banjar, sebagian Tapin, sekarang dalam masa peralihan,” ujarnya.
Sumber: BPost/MC Kalsel
Editor: elpian







