BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan rapat koordinasi penataan perizinan sektor tambang di provinsi Kalimantan Selatan sebagai wujud dalam menata perizinan sektor tambang khususnya Mineral abukan Logam dan Batuan (MBLB) di Kalimantan Selatan.
Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar menuturkan kegiatan ini menjadi momentum untuk mencari solusi terbaik dalam menata perizinan sektor tambang di kalimantan selatan.
# Baca Juga :Pemprov Kalsel Upayakan Diseminasi Izin Usaha Pertambangan Sesuai dengan Peraturan yang Berlaku
# Baca Juga :Pemprov Kalsel Gelar Rakornis Pertanahan, Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Infrastruktur
# Baca Juga :Pemprov Kalsel Sosialisasikan Peraturan Jasa Konstruksi Terkait Kontrak Kerja, Perhitungan harga dan SMKK
# Baca Juga :Jadwal Hari Jadi Kalsel, Pemprov Kalsel Bakal Gelar dari Paralayang, Porwanas hingga Atraksi Pesawat
“Di balik potensi ekonomi yang besar ini, kita juga dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. tantangan utama ialah bagaimana menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan upaya pelestarian lingkungan. kegiatan pertambangan, terutama yang berada di kawasan hutan, memiliki dampak lingkungan yang harus kita kelola dengan bijak,” ucapnya di Banjarmasin, Kamis (27/6/2024).
Ia menerangkan, semua lapisan masyarakat menyadari bahwa sektor pertambangan memiliki peran yang sangat penting bagi perekonomian kalimantan selatan. sektor ini telah menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah, menyumbang kontribusi signifikan terhadap produk domestik regional bruto, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan sektor-sektor pendukung lainnya.
Lanjut, di sisi lain pengelolaan tambang mineral bukan logam dan batuan juga memerlukan perhatian khusus. Meskipun sering dianggap sebagai tambang skala kecil, dampak kumulatifnya terhadap lingkungan dan sosial tidak bisa diabaikan, ini semua perlu strategi yang tepat untuk mengoptimalkan potensi ekonominya sembari meminimalisir risiko yang muncul.
Pihaknya mengatakan beberapa poin penting yang akan menjadi fokus dalam penataan sektor pertambangan, khususnya MBLB di Kalimantan Selatan.







