Gubernur Kalsel dan Ketua TP PKK Kalsel Kunjungi Desa Tajau Landung, Ini yang Dilakukan

MARTAPURA, KALIMANTANLIVE.COM – Setelah mengunjungi Kabupaten Batola, Rombongan Turun ke desa atau Turdes Menembus Batas ke-10, Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H Sahbirin Noor dan Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel, Raudatul Jannah tiba dititik terakhir di Masjid Jami Darul Faa’izin di Desa Tajau Landung, Kabupaten Banjar.

Kedatangan orang nomor satu di banua langsung disambut antusias warga dengan diiringi lantunan musik senoman hadrah. Setelah itu, Gubernur Kalsel melakukan penanaman pohon, serta peninjauan layanan kesehatan dan sunatan massal.

# Baca Juga :Saat Turdes Ke-10, Gubernur Kalsel Ingatkan Pentingnya Revolusi Hijau Bagi Anak Cucu

# Baca Juga :Turdes Menembus Batas ke-10 Gubernur Kalsel, Paman Birin Bagikan Bantuan ke Masyarakat Tabalong

# Baca Juga :Sampel Makanan Tamu VIP di Turdes Ke-10 Gubernur Kalsel Diperiksa Tim Labkesda, Ada Apa?

# Baca Juga :Turdes ke-10 Hari Keempat, Gubernur Kalsel Datangi Desa Hamparaya Kabupaten Balangan

Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan berbagai bantuan yaitu 100 paket sembako, bantuan indentifikasi tanaman karet dalam bentuk pupuk APK seluas 400 hektare sebesar 1.5 miliar. Bantuan benih kopi, gamal seluas 15 hektare sebesar Rp324.900.000. Bantuan chooper rumput untuk petani 2 unit senilai Rp39 juta. bantuan PMT Balita dan ibu hamilhamil, bantuan paket sekolah untuk pelajar, bantuan Bumdes untuk desa sungai tanipah senilai Rp45 juta, bantuan Bumdes untuk Desa Penggalaman senilai Rp45 juta.

Bantuan tas siaga bencana, bantuan paket produk olahan ikan patin 150 paket, bantuan seragam PPL, bantuan kesiap siagaan logistik, bantuan Led tenaga surya dan bantuan bendera merah putih.

Dikesempatannya, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengatakan saat menuju lokasi ke Desa Tajau Landung jalannya sudah lumayan mulus walaupun masih ada sedikit yang rusak.

“Kita pastikan jalan yang tinggal sedikit rusaknya akan diperbaiki. Sehingga akan berdampak sangat baik bagi mobilitas arus transpotasi masyarakat,” ujarnya.

Oleh karena itu, Pemprov Kalsel terus berupaya untuk meningkatkan infrastruktur bagi masyarakat bahkan selama dua periode kepemimpinannya telah menyelesaikan desa-desa terpencil menjadi 0 desa tertinggal pada tahun 2024.