BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Turun dan melihat langsung kondisi di setiap kabupaten kota di Provinsi Kalimantan Selatan, menjadi catatan dan evaluasi bagi Pemerintah Provinsi ke depan dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.
Menempuh jarak 1.263,7 kilometer, rombongan turun ke desa atau Turdes ke-10 Menembus Batas Bergerak dengan Kekuatan Rakyat Menuju Indonesia Emas Germas Cinta Banua yang dipimpin oleh Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor dan Raudatul Jannah banyak aspirasi dan pengalaman yang menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan program prioritas.
# Baca Juga :Saat Turdes Ke-10, Gubernur Kalsel Ingatkan Pentingnya Revolusi Hijau Bagi Anak Cucu
# Baca Juga :Turdes Menembus Batas ke-10 Gubernur Kalsel, Paman Birin Bagikan Bantuan ke Masyarakat Tabalong
# Baca Juga :Sampel Makanan Tamu VIP di Turdes Ke-10 Gubernur Kalsel Diperiksa Tim Labkesda, Ada Apa?
# Baca Juga :Turdes ke-10 Hari Keempat, Gubernur Kalsel Datangi Desa Hamparaya Kabupaten Balangan
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Ariadi Noor saat dijumpai di Kantor Bappeda Kalsel menyampaikan, turdes yang dimulai dari tanggal 1 hingga 6 Juli 2024 semua sisi dilihat, baik aspek kesejahteraan, kesehatan, sosial, ekonomi hingga infrastruktur.
“Di beberapa spot yang dilewati rombongan, Sahbirin Noor secara lisan menyampaikan agar jembatan dan jalan yang rusak agar segera dilakukan perbaikan,” kata Ariadi, Senin (8/7/2024).
Menurut Ariadi, kegiatan turun langsung di masyarakat hingga kepelosok desa ini tidak banyak dilakukan oleh sosok pemimpin dalam menyerap aspirasi dan mengeksekusi.
“Ini adalah upaya yang nyata dari pimpinan, melihat langsung dan langsung dieksekusi. Hal seperti ini tidak banyak dilakukan oleh pimpinan daerah yang lain. Bagaimana isolasi dari desa ke desa yang lain sudah tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, prestasi terbaik lain juga diraih oleh Kalsel selama kepemimpinan Sahbirin Noor dalam menyelesaikan desa-desa tertinggal.
“Kita sudah menuntaskan sebanyak 1.438 desa tertinggal dari targetnya 2026 selesai, ternyata tahun 2024 sudah tidak ada lagi desa tertinggal di Kalsel,” ungkapnya.
Selanjutnya, sesuai dengan arahan dan intruksi Gubernur Kalsel, hal-hal yang telah menjadi catatan akan ditindaklanjuti dan langsung dikerjakan sehingga masyarakat dapat langsung merasakan manfaatnya.







