BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel berkomitmen untuk mewujudkan sumber daya manusia ekonomi kreatif yang unggul.
Salah satunya melalui pelatihan peningkatan kompetensi SDM ekonomi kreatif, guna mendorong pelaku ekraf untuk dapat meningkatkan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan memanfaatkan digitalisasi.
# Baca Juga :Tanamkan Semangat Perjuangan, Dinas Pariwisata Kalsel Bagi Bendera Merah Putih di Kubah Basirih
# Baca Juga :Telaah LKPj 2020, Pansus II DPRD Kalsel Akan Panggil Bakeuda dan Dinas Pariwisata
# Baca Juga :Peringati Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas LH Gelar Gerakan Tanam Mangrove di Desa Muara Pagatan
# Baca Juga :DPRD Kabupaten Seruyan Dorong Raperda Pariwisata untuk Majukan Destinasi Lokal
“Dengan begitu mereka dapat menghadirkan produk yang berkualitas dan berdaya saing demi terciptanya peluang kerja dan membangkitkan ekonomi di daerah,” kata Kepala Dispar Kalsel, Muhammad Syarifuddin, Banjarmasin, Selasa (9/7/2024).
Syarifuddin menuturkan, ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru dengan informasi dan kreativitas sebagai penopang utamanya, dimana ide dan pengetahuan dari setiap individu merupaka faktor produksi utama dalam kegiatan ekonomi.
“Ekonomi kreatif sendiri merujuk pada sektor ekonomi yang berfokus pada produksi, distribusi, serta konsumsi barang dan jasa yang memiliki nilai tambah berdasarkan kreativitas, pengetahuan, dan keahlian yang melibatkan industri seperti seni, desain, media, musik, film, fashion, kuliner, dan lainnya,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Dispar Kalsel ingin memberikan wadah bagi pelaku ekraf di Banua untuk mendukung potensi diri dalam mengembangkan produknya menjadi daya tarik wisata Banua.







