TANJUNG, KALIMANTANLIVE.COM – Permasalahan stunting di Kabupaten Tabalong menjadi tantangan serius bagi kesehatan dan masa depan generasi yang akan datang.
Menurut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tabalong, Febriadin Hafiz, stunting merupakan kasus multidimensi yang memerlukan penanganan komprehensif dan kolaboratif.
# Baca Juga :TPPS Tabalong Soroti 4 Isu Penanganan Stunting, Kekurangan dan Hambatan di Lapangan
# Baca Juga :Jaring Masukan Warga, PUPR Tabalong Ekspose Konsultasi Publik I RDTR Perkotaan Muara Uya
# Baca Juga :Dispersip Tabalong Bekali ASN Hingga Pelajar Pelatihan Public Speaking, Ini Manfaatnya
# Baca Juga :Jemaah Haji Asal Tabalong Kloter 9 Tiba di Kota Tanjung, Kemenag: Total 325 Full!
“Pertemuan ini adalah langkah penting untuk kita mengatasi masalah,” ujarnya saat membacakan sambutan tertulis Pj Bupati Tabalong, Hj Hamida Munawarah pada pertemuan koordinasi ke-2 Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Aston Tanjung City Hotel, Selasa (09/07/2024).
Oleh karenanya, Pemkab Tabalong menaruh perhatian serius terhadap pelaksanaan intervensi serentak pencegahan stunting (ISPS).
“Itu kami wujudkan melalui surat edaran Bupati Tabalong Nomor: 81/Bappedalitbang/000.7/VI/2024,” ungkapnya.
Hafiz menambahkan, bahwa edaran tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh komponen terkait dapat bekerjasama secara optimal dalam upaya percepatan penurunan stunting di Tabalong.
“Saya ingin instruksikan seluruh komponen yang terlibat dalam percepatan penurunan stunting di Tabalong untuk proaktif mengawal pelaksanaan ISPS,” tambahnya.(Kalimantanlive.com/ A Hidayat)
editor : TRI








