Kepala Dinas Kesehatan, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, menambahkan bahwa hipertensi terbagi menjadi dua jenis: hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya dan hipertensi sekunder yang disebabkan oleh penyakit lain.
Faktor risiko seperti obesitas, konsumsi garam berlebih, stres, serta usia lanjut juga dapat memicu hipertensi.
Untuk menjaga tekanan darah tetap normal, dr. Erny menganjurkan pola hidup sehat, termasuk diet rendah garam, olahraga teratur, menghindari merokok, dan mengurangi konsumsi alkohol.
Jika langkah-langkah ini tidak berhasil, penderita hipertensi mungkin memerlukan obat penurun tekanan darah yang harus dikonsumsi seumur hidup di bawah pengawasan dokter.
Acara edukasi ini diakhiri dengan pesan agar masyarakat rutin memeriksa tekanan darah sejak usia 18 tahun, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko, serta segera mencari layanan kesehatan jika mengalami gejala-gejala hipertensi yang lebih serius, seperti nyeri dada atau gangguan penglihatan.
Sumber: Humas Kominfo







