Xinhua: Menurut Bapak, saat ini masih adakah hambatan untuk mengetahui realitas di Xinjiang?
Abdul Mu’ti: Iya, memang ada hambatannya. Misalnya, sejumlah video yang beredar di media sosial yang menampilkan sudut pandang negatif terhadap China. Padahal faktanya, ada berbagai pengalaman Xinjiang dan China di bidang pelestarian kebudayaan dan pencapaian mereka yang patut ditiru.

Sistem politik di China itu memang berbeda, tetapi ada pula banyak kesamaan dalam kehidupan masyarakat China dan Indonesia. Kalau hanya semata-mata meyakini sejumlah laporan berita, tentu kita akan salah paham tentang China. Namun, jika kita melihat dan mengkajinya secara lebih dalam, kita akan bisa membedakan antara kebenaran dan propaganda.
Xinjiang sudah meraih banyak pencapaian di bidang teknologi, seni budaya, dan lain-lain. Menurut saya, dunia harus lebih mengetahui soal hal-hal ini, demikian pula tentang kehidupan antarumat beragama di sana. Mungkin, ke depannya kita bisa meningkatkan pertukaran di bidang keagamaan.
Sumber: Xinhua
Editor: elpian







