PARINGIN, KALIMANTANLIVE.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3APPKBPMD) Kabupaten Balangan sangat memperhatikan perkembangan desa di Kabupaten Balangan.
Hal tersebut dibuktikan dengan adanya program inovasi Kai Bulang (Klinik Asistensi dan Inovasi BUMDesa Balangan) untuk memberikan penyertaan modal bagi desa agar desa dapat lebih berkembang dengan memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
# Baca Juga :BPBD Balangan Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana
# Baca Juga :Dishub Balangan Gelar Forum LLAJ, Bahas Portal Jembatan Hingga Lampu Merah
# Baca Juga :Peduli Korban Kebakaran di Balangan, UPZ Bank Kalsel Salurkan Bantuan
# Baca Juga :BPBD Balangan Kirim Personel Ikuti Diklat Pemadam Kebakaran Kualifikasi Damkar 1, Targetnya Ini
Fadli selaku admin inovasi Kai Bulang menjelaskan, inovasi ini berawal saat COVID-19 melanda yang membuat interaksi antar sesama dibatasi yang berdampak pada asistensi BUMDes di Kabupaten Balangan untuk memberikan penyertaan modal ke desa.
“BUMDes itu sebelum diberikan penyertaan modal, harus ada asistensi. Jadi asistensi itu melihat usahanya, apakah layak atau tidak,” ujar Fadli, Kamis (11/7/2024).
Hal tersebut memunculkan ide untuk membuat sebuah inovasi aplikasi untuk memudahkan asistensi tanpa harus tatap muka.
“Jadi di aplikasi tinggal upload saja dokumen yang diperlukan, nanti direview dan akan ada hasilnya untuk rekomendasi penyertaan modal BUMDes,” katanya.
Untuk saat ini, aplikasi tersebut berbasis linktree yang dapat diakses melalui linktr.ee/kaibulang untuk melakukan pendaftaran asistensi.
Sementara itu, Sekretaris DP3APPKBPMD Balangan, H Bejo mengatakan, jika desa yang sudah mendapat rekomendasi sudah memiliki BUMDes dapat membantu desa dalam meningkatkan sumber pendapatan desa.










