PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Penetapan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru di Indonesia menjadi perhatian khusus berbagai pihak. Terutama pemerintah daerah tetangga, termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berbatasan langsung dengan Kaltim.
Kebijakan pembangunan yang diselaraskan dengan kesiapan menopang IKN pun terus digaungkan oleh Pemprov Kalsel. Tak terkecuali oleh pemerintah kabupaten/kota di Banua ini. Baik itu kesiapan menopang sektor pangan maupun sumber daya manusia (SDM), dan lainnya.
# Baca Juga :Jelang Kelulusan, Mahasiswa Politala Direkrut Perusahaan Terkemuka dari Jakarta
# Baca Juga :Jurus Beladiri Menwa Politala Patahkan Batako Memukau, Lengkapi HUT dan Penganugerahan Tanda Jasa di Tanah Laut
# Baca Juga :Luar Biasa, Pendaftar Mahasiswa Baru di Politala Ada yang Berasal dari Jakarta Hingga Flores
# Baca Juga :WIH KEREN! Politala Raih Penghargaan Bergengsi dari Kemenkum HAM Berkat IP Corner, Apa Itu?
Hal tersebut juga menjadi atensi tersendiri bagi kalangan perguruan tinggi vokasi di Kalimantan Selatan. Bahkan informasi dihimpun media ini, Jumat (12/7/2024), pada Hari Rabu kemarin telah tergelar Diskusi Terpumpun yang diprakarsai Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) bersama sejumlah perguruan tinggi vokasi (PTV) lainnya.
Diskusi Terpumpun Kemitraan Daerah tersebut digelar di Kota Banjarbaru oleh Konsorsium PTV Kalsel dan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang di dalamnya antara lain ada Politala.
Keterlibatan Politala tersebut makin menguatkan Politala sebagai Kampus JUARA (Jujur, Unggul, Agamis, Ramah, Atraktif) dengan masa depan PASTI (Profesional, Aplikatif, Siap Kerja, Terampil, Inovatif).
Catatan media ini, Politala yang beralamat di Jalan A Yani Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari (Tala), ini juga selalu berada pada kelompok urutan atas sesuai hasil survei Webometrics. Bahkan tahun ini masuk lima besar.
Tujuan Diskusi Terpumpun Kemitraan Daerah tersebut untuk membahas pengembangan kebijakan serta menanggapi isu-isu strategis yang sedang berkembang di Provinsi Kalsel.
Termasuk membahas pentingnya regulator dalam Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV). Selain itu juga harapan agar tenaga kerja Kalimantan Selatan dapat meningkatkan kehadirannya dalam Industri Kreatif Nasional.
Forum tersebut melibatkan PTV ternama seperti Politeknik Negeri Banjarmasin, Politeknik Negeri Tanah Laut, dan Politeknik Sampit (Kalteng). Dosen Politala Dr Ir Meldayanoor SHut MS menjadi moderator pada acara penting itu.
Forum Konsorsium PTV adalah sebuah wadah kolaboratif yang terdiri dari berbagai institusi pendidikan tinggi vokasi. Di Kalsel dan Kalteng PTV yang tergabung yaitu Politeknik Negeri Banjarmasin, Politala, dan Politeknik Sampit.
Kehadiran Forum tersebut bertujuan untuk memperkuat kerjasama antar-PTV untuk upaya meningkatkan kualitas pendidikan, relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri. Juga untuk memperluas jaringan dan peluang kerja bagi alumni.
Diskusi Terpumpun itu dibuka oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Bappeda Kalsel Rahmiyati Janoezir Pamuntjak ST MA mewakili kepala Bappeda.
Turut hadir Ketua Konsorsium PTV Abdul Rozaq MM MKom, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalsel Hj Shinta Laksmi Dewi serta seluruh direktur politeknik negeri dan swasta di Kalselteng.
Sesi pertama diskusi tersebut diawali pemaparan rencana jangka menengah untuk optimalisasi angkatan kerja di Kalsel oleh Rahmiyanti Janoezir Pamuntjak ST MA.
Kemudian dilanjutkan foresight ketenagakerjaan oleh Hj Shinta Laksmi Dewi dan gambaran horizon scanning tentang tren ketenagakerjaan dan inovasi oleh Dr Kun Nursyaiful Priyo Pamungkas.
Sedangkan sesi kedua yakni pemaparan rencana aksi terkait ketenagakerjaan dan inovasi daerah serta diskusi mendalam mengenai agenda kebijakan daerah yang sedang berkembang.










