BEIJING, Kalimantanlive.com – Beijing meluncurkan proyek “rocket street”, yang bertujuan untuk membangun sebuah pusat penelitian dan produksi ilmiah tingkat nasional guna mendukung pengembangan antariksa komersial China.
Proyek “Beijing Rocket Street” akan bertempat di Beijing E-town, sebuah area pengembangan ekonomi dan teknologi di bagian tenggara ibu kota itu, dengan total luas lantai mencapai 140.000 meter persegi.
BACA JUGA: Delegasi Muhammadiyah Kunjungi Shenzhen, Terkesan Pencapaian Inovasi Teknologi China
Platform teknologi umum, sebuah pusat manufaktur mutakhir, serta sebuah pusat penelitian dan pengembangan inovasi merupakan fasilitas-fasilitas utamanya. Proyek tersebut juga berencana membangun sebuah ruang pameran interaktif untuk ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan menawarkan pengalaman realitas virtual (virtual reality) imersif kepada para pengunjung.

Pemerintah setempat mengharapkan proyek itu akan membantu perusahaan-perusahaan roket dalam mengeksplorasi teknologi baru dan memperluas skenario penerapan mereka. Sementara itu, proyek tersebut telah memelopori aliansi ruang angkasa komersial, yang menyatukan bisnis, universitas, institusi, dan koperasi.
Beijing E-town memiliki klaster yang terdiri dari 70 lebih perusahaan kedirgantaraan, termasuk 75 persen produsen roket swasta di China.
Pada 2023, perusahaan roket komersial swasta di negara itu, yang seluruhnya berkantor pusat di Beijing, melakukan total 13 peluncuran luar angkasa.










