Sukses Kendalikan Inflasi, Banjarbaru Kembali Terima Insentif Fiskal dari Kemenkeu Rp 5,8 Miliar

BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah RI melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelontorkan insentif fiskal kepada pemerintah Kota Banjarbaru atas keberhasilan Wali Kota Banjarbaru, HM Aditya Mufti Ariffin mengendalikan inflasi di wilayahnya. Hanya 2 Pemda di Provinsi Kalsel penerima dana bentuk penghargaan tersebut, yakni Banjarbaru dan Banjarmasin.

Adapun total insentif fiskal yang diberikan kepada Banjarbaru pada periode pertama 2024 sebesar 5,8 miliar rupiah atau lebih rincinya Rp 5.878.382. Faktanya prestasi ini merupakan catatan yang kembali diulang Walikota Aditya pada tahun 2023 sebelumnya, memantapkan era kepemimpinannya dalam mengendalikan inflasi yang dapat berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

# Baca Juga :Raperda APBD 2023 Resmi Disahkan, Wali Kota Banjarbaru Berbicara Soal Transparansi dan Akuntabilitas

# Baca Juga :Wali Kota Banjarbaru Serahkan Pemadam Portable dan Penghargaan ke 39 Kelompok Damkar

# Baca Juga :Berdialog dengan Warga Kelurahan Palam, Wali Kota Banjarbaru Dituntut Perhatikan Infrastruktur Jalan

# Baca Juga :Letakan Batu Pertama Pembangunan Musala Al-Mu’minun, Wali Kota Banjarbaru Ingin Ukhuwah Islamiyah Meningkat

Dikonfirmasi terkait kabar ini, Walikota Aditya turut membenarkannya. Ia mengutarakan bahwa digelontorkannya dana insentif fiskal tersebut tertera dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 295 Tahun 2024 yang ditandatangi Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Benar, seperti di tahun 2023, alhamdulillah kita kembali mendapat dana insetif fiskal dari Kementrian Keuangan atas keberhasilan mengendalikan inflasi. Ini merupakan pengalokasi dana periode pertama di tahun 2024. Ya kita berharap periode selanjutnya kita juga berhasil mendapatkannya lagi,” ucapnya, Senin (15/7/2024).

Kinerja seluruh jajaran Pemko Banjarbaru, diakui Walikota Aditya juga menjadi faktor utama dalam upaya pengendalian inflasi. Dalam hal ini salah satunya dengan digelarnnya event pasar murah secara serentak di berbagai wilayah Kecamatan Kota Banjarbaru sejak awal tahun tadi.

“Pasar murah itu merupakan salah satu upaya kita dalam menekan inflasi. Dengan menghadirkan berbagai produk pangan dengan harga yang sangat terjangkau, sehingga kebutuhan masyarakat pun dapat terpenuhi,” terangnya.

Atas diraihnya penghargaan berupa dana insentif fiskal sebesar 5,8 miliar rupiah tersebut, Aditya berjanji bahwa penggunaannya penggunaannya sesuai dengan prioritas masyarakat.