Syamsir mengatakan dirinya menunggu prestasi-prestasi lanjutan dari kalangan mahasiswa Politala untuk mengharumkan nama baik Tala dan bahkan Kalimantan Selatan ke di luar daerah.
“Tunjukkan kepada mahasiswa-mahasiswa yang lain, bahwa Tanah Laut itu orangnya hebat hebat,” tandas Syamsir.
Ia mengaku sangat bangga oleh performa Politala yang terus mampu menunjukkan prestasi demi prestasi. Tidak pernah mengeluh, justru dengan dana yang standar atau terbatas namun mampu terus mengukir prestasi membanggakan.
Tersebab itulah mengapa dirinya selalu senang dan bahagia bila datang ke Kampus Politala. Itu semua karena dirinya selalu disuguhi capaian-capaian beragam prestasi yang luar biasa.
Syamsir juga menegaskan dukungannya pada Politala untuk terus mengembangkan diri hingga menjadi universitas. Ia meyakini Politala benar-benar bakal segera menjadi universitas.
Sebagai pimpinan dirinya pun teramat mendambakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Tala pun dapat terus berkiprah seperti Politala.
Dirinya senang karena saat ini SKPD Pemkab Tala mulai menunjukkan performa yang lebih baik pula. Terbukti sejak dirinya menjabat di Tala, telah 13 penghargaan tingkat nasional yang diraih.
Lebih lanjut Syamsir juga mengutarakan apresiasinya atas adanya MoU Politala dengan PN Pleihari yang secara otomatis terbuka ruang konsultasi hukum di kampus Politala.
Dikatakannya, saat ini pelayanan PN Pleihari juga telah hadir di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Tala yakni pelayanan sidang di luar gedung pengadilan.
Ia mengatakan inovasi tersebut merupakan yang pertama di Indonesia. Karena itu dirinya sangat mengapresiasi PN Pleihari di bawah kepemimpinan Ali Sobrin yang sangat aktif dan selalu membuka diri terhadap siapa pun.
Direktur Politala Dr Hj Mufrida Zein Sag MPd mengatakan Politala dengan tagline Politala Pasti Bisa JUARA selalu selalu menjadi inspirasi untuk menjadi Unggul, Ramah dan Atraktif.
Bukan sekadar retorika, namun mampu ditunjukkan melalui performa yang terus menguat. Ranking Politala pada tingkat nasional semula berada pada sepuluh besar menjadi lima besar dari 49 politeknik negeri se-Indonesia pada tahun ini.







