Selama 3 Hari, 8 Klub Bola Kampung Perebutkan Trofi MPAI My Darling, Sistem Gugur

PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Terus bertumbuhkembangnua klub-klub bola di kampung di Kabupaten Tanah Laut (Tala) menjadi perhatian khusus Masyarakat Penjaga Alam Indonesia (MPAI) Masyarakat Sadar Lingkungan (My Darling) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Organisasi yang konsen terhadap alam dan lingkungan ini kembali menggelar kejuaraan sepak bola antar klub bola kampung, Jumat (19/7/2024) sore.

# Baca Juga :Jalan Utama Perkampungan Nelayan di Kecamatan Takisung Tanah Laut Rusak Parah, Proyek Ini Penyebabnya!

# Baca Juga :Sehari 2 Laka Maut Terjadi di Tanah Laut di Tempat Berbeda, 2 Orang Meninggal dan Ini Lokasinya

# Baca Juga :My Darling Kalsel Salurkan Material Bangunan, Warga Bumi Asih Tanah Laut Langsung Gotong Royong Pasang Keramik

# Baca Juga :Jurus Beladiri Menwa Politala Patahkan Batako Memukau, Lengkapi HUT dan Penganugerahan Tanda Jasa di Tanah Laut

Kejuaraan Sepak Bola yang memperebutkan Trofi MPAI My Darling tersebut bertempat di lapangan bola di Desa Maluka Baulin di Kecamatan Kurau. Tepatnya di lahan TNI AU yang dulu merupakan bandara Jepang.

Ketua MPAI My Darling Kalsel Muhammad Khaidir menuturkan sebanyak delapan klub bola kampung yang ambil bagian pada kejuaraan bola tersebut.

Sebagian besar dari Kecamatan Kurau. Lalu, ada satu klub bola dari kecamatan tetangga yakni Bati-bati yaitu Bomber FC.

Ia menerangkan laga bola tersebut berlangsung selama tiga hari mulai Jumat sore hari ini hingga Hari Minggu (21/7/2024) lusa.

“Sistem pertandingannya sistem gugur. Kami menghadirkan wasit profesional dari kabupaten,” sebut Khaidir.

Melalui event olahraga tersebut pihaknya tak sebatas ingin menyediakan ruang bagi para pehobi bola di kampung untuk menunjukkan kemampuan atau skill bermain bola.

Selain itu secara tidak langsung juga turut menggaungkan atau mengampanyekan lingkungan. Setidaknya ada pesan-pesan moral yang disisipkan untuk selalu menjaga alam dan lingkungan yang bersih dan sehat untuk kehidupan yang lebih baik.

Terpantau animo masyarakat sangat tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya penonton, mulai anak-anak, remaja, pemuda, orangtua. Bahkan kalangan remaja perempuan dan ibu-ibu pun ikut menonton.