Menurut dia, empat pilar tersebut sangat penting bagi pendidikan di sekolah-sekolah, agar anak-anak didik betul-betul mengerti tentang Pancasila, jangan sampai mereka luntur.
“Pancasila sebagai alat pemersatu, pandangan hidup bangsa, menjadi pedoman di era digital atau kemajuan teknologi informasi, agar anak-anak tidak kehilangan arah dan jangan sampai kemajuan teknologi justru berdampak negatif bagi anak didik dan para milenial,” jelas Habib Hamid.
Oleh karena itu, lanjut, dia sangat penting peran orang tua agar mengawasi anak-anaknya, jangan sampai menghabiskan waktu bermain hp dan lupa belajar.
“Para orang tua harus menjaga anak-anaknya agar jangan terlalu banyak bermain, belajarnya tidak ada. Penggunaan HP anak harus dibatasi dua atau tiga jam, sisanya waktu untuk bermain dan belajar,” ucapnya.
Terkait judi online, Habib Hamid mengaharapkan pemerintah tetap konsisten melarang dan memberantas judi online, termasuk juga pinjol ilegal.
“Ada informasi judi online telah merambah anggota DPRD, DPR RI, namun saya belum menemukan ada infomrasi anggota DPD RI yang terjerat judi online,” ujarnya.
Habih Hamid berpesan untuk kaum muda, milenial, agar belajar keras untuk menguasai teknologi, jangan sampai tertinggal dari negara lain.
“Kemajuan teknologi begitu luar biasa. Kita harus ikut berperan mendalami bahkan menjadi ahlinya. Tetapi hal yang merugikan harus diantisipasi, misalnya melalui pengawan orangtua,” katanya.







