Dalam sambutannya, Paman Birin, sapaan akrab Sahbirin Noor, menyebut bahwa keberadaan KBB Bali merupakan salah satu sarana untuk saling menguatkan silaturahmi dari urang Banjar yang ada di perantauan.
“Saya berharap seluruh urang Banjar yang ada Bali saling rakat, lebih mengenal satu sama lain dan megingatkan untuk menjaga nama baik Banua,” tuturnya yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Selatan, Raudhatul Jannah.
Bubuhan Banjar yang ada di Bali juga diharapkannya dapat menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum KBB Provinsi Bali, Hamdani Masran, mengungkapkan ada sekitar 600 orang Banjar dari 150 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Bali dan tersebar di berbagai wilayah.
Latar belakangnya pun beragam, mulai dari wirausahawan, mahasiswa hingga pegawai, baik swasta maupun negeri.
Sebelumnya, mereka terhimpun dalam organisasi kerukunan Keluarga Kalimantan, saat ini sekretariatnya berlokasi di Jalan Bukit Sari II, Padangsambian Kaja, Denpasar.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit kami junjung. Membaur dengan masyarakat menjadi kunci toleransi yang berhasil kami terapkan selama ini,” pungkas Hamdani.
Kalimantanlive.com/humasdprd/sar
Editor: elpian







