BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Menelan dana APBD Kalsel sebesar Rp 121 miliar, pembangunan Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di Kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sudah bakal bisa difungsikan pada Agustus 2024 mendatang.
“Untuk bangunan utama Agustus ini masjid telah selesai dan dapat digunakan untuk kegiatan peribadahan,”kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Ahmad Solhan melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Yulianti Erlinah kepada wartawan di Ruang Rapat Kantor PUPR Kalsel Banjarbaru, Kamis (11/7/2024).
Bangunan fisik Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari bergaya rumah Banjar, dengan bubungan tingginya tersebut pada minggu ke 52 telah mencapai 90,99 persen.
Nilai kontrak pembangunan Masjid Raya Syekh Arsyad Al Banjar dianggarkan sebesar Rp 121 Milyar yang bersumber dari APBD Kalsel dan berakhir pada bulan Desember, dengan sistem pengerjaan multiyears atau selama dua tahun dari 2023 sampai 2024.

Berdasarkan pemantuan, proses pembangunan bangunan utama masjid telah selesai, namun bangunan penunjang dan sarana prasarana masih dalam proses pengerjaan. Selain bangunan utama berbentuk lima dengan pencahayaan terbuka, Masjid Raya Syekh Arsyad Al Banjarbari juga dilengkapi danau dan embung sebagai sarana penunjangnya.
Terkait peresmian Masjid apakah di laksanakan pada bulan Agustus, Yulianti menuturkan, masih menunggu arahan dan keputusan dari Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor.










