Selain itu, proyek ini mencakup pengembangan lahan sawah baru seluas 28.000 hektar dan sistem irigasi tadah hujan yang diharapkan selesai dalam tiga tahun, yang akan memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
Wang Jin, Presiden Direktur PT. Guang Yin New Energy Indonesia, menyatakan bahwa proyek ini sangat sesuai dengan visi perusahaan untuk memanfaatkan teknologi EBT dalam mengurangi karbonisasi dan melindungi lingkungan.
“Kebetulan proyek ini sama dengan target bidang perusahaan, sehingga kami memutuskan untuk menginvestasikannya ke sini,” kata Wang Jin.
Acara penandatanganan ini juga dihadiri oleh perwakilan penting dari berbagai institusi, termasuk Arief Hidayat dan Novelyn Christianti Naibaho dari BAPPEDA Kalsel, Bimo Epyanto dari Bank Indonesia Kalsel, serta Asisten dan Staf Ahli Bupati. Kehadiran Camat Teluk Kepayang dan Kusan Hulu turut memperkuat dukungan untuk proyek ini.
Dengan kesepakatan ini, diharapkan bahwa pembangunan Bendungan dan PLTA Kusan dapat segera dimulai, membawa manfaat besar bagi masyarakat Tanah Bumbu, serta mendukung perkembangan Ibu Kota Nusantara.
Penandatanganan MoU ini bukan hanya sebuah langkah maju bagi daerah, tetapi juga sebuah contoh nyata sinergi antara energi hijau dan infrastruktur berkelanjutan.
Kalimantanlive.com/desy
Editor: elpian







