KALIMANTANLIVE.COM – Video yang memperlihatkan anggota DPRD Kabupaten Bima cekcok dengan polisi, viral di media sosial.
Berdasarkan penelusuran, video tersebar di sejumlah akun Instagram, seperti @Instalombok, @interaktive_ dan banyak lagi pada Senin (22/7/2024).
Pada awal rekaman tampak seorang anggota polisi menilang pengendara mobil Fortuner.
Belakangan diketahui, dia seorang anggota DPRD Kabupaten Bima bernama Rafidin.
Peristiwa tersebut terjadi saat polisi menggelar Operasi Patuh Rinjani tahun 2024 di Jalan Raya Panda, Sabtu (20/7/2024).
Dalam video yang beredar, Rafidin terlihat marah-marah serta mendorong petugas karena tak mau ditilang. Rafidin tampak keberatan melihat aksi anggota polisi yang menunjukkan surat-surat serta plat kendaraannya yang sudah mati.
“Enggak perlu dibaca begitu. Siapa yang mengancam, cuma ndak perlu dibaca-baca begitu,” kata Rafidin, sembari mendorong anggota polisi tersebut.
Ternyata anggota dewan dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu ditilang polisi karena tak bisa menunjukkan SIM dan pajak kendaraan mobil Fortuner yang ia kendarai sudah mati sejak Mei 2024.
Kasat Lantas Polres Bima, Iptu Adi Rijal Pangihutan Sipayung membenarkan bahwa vidio itu berisi tayangan anggotanya yang tengah cekcok dengan Rafidin.
“Iya pak betul memang yang di vidio itu Pak Rafidin,” kata Adi, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (21/7/2024).
SIM dan pajak mati
Rafidin buka suara terkait kejadan tersebut dan menyebut cekcok dengan polisi tersebut hanya miskomunikasi.
Usai kejadian tersebut, ia mengaku sudah memperbarui SIM,
“Iya barusan saya buat SIM. Saya ini sebagai warga negara taat hukum, kalau kemarin itu miskomunikasi,” ungkap Rafidin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (22/7/2024).
Rafidin mengatakan, dirinya marah lantaran meminta agar mobil Fortunernya tidak ditahan oleh polisi dan ia meminta STNK mobil disimpan oleh petugas sebagai jaminan.
Dia juga tidak terima polisi memeriksa pelat nomor kendaraannya. Ia mengakui saat itu tak membawa SIM dan pajak mobil yang ia kendarai juga mati.









