Kepala OJK Kalsel Agus Maiyo: Sektor Jasa Keuangan Kalsel Terjaga Stabil, Perekonomian Tumbuh Positif

Sementara itu, kinerja perbankan syariah tetap menunjukkan peningkatan dengan rincian Aset, DPK, Pembiayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) secara yoy tumbuh 11,47 persen, 11,57 persen dan 20,52 persen.

“Jadi, dimana Financing to Deposit Ratio (FDR) sebesar 88,73 persen dan Non-Performing Finance Nett sebesar 0,80 persen,” ujarnya.

BACA JUGA: Dorong Pertumbuhan Ekonomi, OJK Kalsel Berikan Pendampingan Kelompok Tani Padi Apung di Kabupaten HSS

Agus juga menyampaikan, Kinerja sektor Pasar Modal per Mei 2024 di wilayah Regional Kalimantan menunjukkan tren yang positif dan menggimbirakan, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami penurunan bulan lalu dan minggu ini sudah di atas Rp 7 ribu.

“Berdasarkan pertumbuhan nilai kepemilikan saham per Mei, nilai transaksi saham, dan Single Investor Identification (SID) secara berurutan sebesar 32,45 persen, 2,49 persen dan 20,37 persen,” paparnya.

Ketua OJK Kalsel Agus Maiyo dan jajaran foto bersama wartawan ekonomi kalsel pada Media Update Berama FWE Kalsel, Selasa (23/7/2024). (foto: Humas OJK)

Provinsi Kalsel, lanjut dia, juga menunjukkan peningkatan nilai kepemilikan saham sebesar 13,08 persen dan jumlah SID meningkat sebesar 17,24 persen atau terdapat 24.611 investor baru dibandingkan dengan posisi Mei 2023, menjadi sebanyak 167.359 akun.

“Ini sudah tergolong tinggi dalam setahun naik sebanyak 20 ribu,” ujarnya.

Agus juga membeberkan untuk industri keuangan non-bank , yaitu Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau fintech peerto-peer lending menunjukkan kinerja yang positif.

“Nilai outstanding per April 2024 sebesar Rp 633 miliar, meningkat sebanyak 37,07 persen yoy,” bebernya.