BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Memasuki masa-masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, tensi politik di Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin memuncak dengan munculnya berbagai dinamika politik yang semakin intens.
Tensi tinggi politik ini pun seiring dengan Citra Komunikasi LSI Denny JA, melalui Direktur Eksekutif, Toto Izul Fatah yang merilis survey terbaru mengenai elektabilitas kandidat Gubernur Kalsel Periode 2024-2029 di Pilkada Kalsel 2024.
# Baca Juga :Acil Odah dan H Zanie Resmi Terima SK Cagub-Cawagub dari DPP Partai Golkar di Pilkada Kalsel 2024
# Baca Juga :Gerakan Relawan Prabowo Subianto dan Gibran Dukung Zairullah Azhar Maju di Pilkada Kalsel 2024
# Baca Juga :Maju di Pilkada Kalsel 2024, Sekretaris Nasdem Kalsel H Rozanie Daftar Cawagub ke Partai Golkar dan Gerindra
# Baca Juga :Mantap Maju Pilkada Kalsel 2024, Tuan Guru dan Alim Ulama Dampingi Acil Odah Daftar ke Partai Golkar
Di mana pada survey tersebut kombinasi Muhidin-Hasnuryadi Sulaiman muncul sebagai pasangan paling potensial yang mampu memenangkan hati rakyat Kalsel.
“Survey ini melibatkan 800 responden dari seluruh Kabupaten di Kalsel dengan menggunakan metodologi Multistage Random Sampling yang berlangsung dari 5 Juni hingga 11 Juni 2024, dengan margin of error sebesar 3,5 persen,” kata Toto, Rabu (24/07/2024).
Dalam sebuah simulasi pemilihan dengan 12 calon, Muhidin berhasil memimpin dengan signifikan, di mana meraih dukungan sebesar 27,8 persen, jauh melampaui Acil Odah yang hanya memperoleh 15,3 persen, dan Zairullah dengan 15,1 Persen.
Selain itu dalam simulasi yang hanya melibatkan dua calon, Muhidin semakin menunjukkan dominasinya dengan meraih 50,9 persen suara, jauh mengungguli Acil Odah yang hanya mampu meraih 26,5 persen.
“Yang paling mencolok adalah keunggulan signifikan Muhidin dalam skenario head-to-head. Dengan elektabilitas yang melonjak hingga di atas 50 persen, dengan ini Muhidin semakin sulit ditandingi,” lanjutnya.
Tak hanya Muhidin yang mencuri perhatian, calon wakilnya, Hasnuryadi Sulaiman, juga berhasil meraih posisi gemilang dengan tingkat kesukaan yang mencapai 88,9 persen.
Dengan ini Hasnur pun menjelma menjadi figur yang sangat disukai dan dihormati oleh banyak orang, sehingga Kehadiran Hasnur semakin memperkuat posisi pasangan ini sebagai duet dinamis dalam kancah politik.
Kendati Muhidin-Hasnuryadi Sulaiman memiliki keunggulan yang mencolok, namun pengenalan publik terhadap mereka masih terbatas, hanya mencapai 65 persen.
Namun ketika disandingkan dengan pasangan calon lainnya seperti Zairullah-Ibnu Sina dan Acil Odal-Akhmad Rozanie, pasangan Muhidin-Hasnuryadi berhasil meraih suara terbanyak yakni 44,6 persen.








