Fachruddin: Bank Kalsel Ajukan Lima Nama Calon Direksi untuk Mengisi Tiga Jabatan Kosong

JAKARTA, Kalimantanlive.com – Direktur Utama Bank Kalsel Fachruddin mengatakan untuk mengisi kekosongan tiga jabatan direksi, pihaknya telah mengajukan lima nama calon kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kelima nama calon direksi yang sudah diajukan kini masih proses OJK. Mudah-mudahan bulan depan sudah ada hasilnya dan bisa segera mengisi jabatan yang kosong,”katanya, pada Sharing Session Bank Kalsel dengan tema “Meningkatkan Kompetensi dan Menyaring Berita Hoax pada Insan Media dalam Gemburan Era Digital saat ini, di Aone Hotel, Jumat (26/7/2027) pagi.

BACA JUGA: Bank Kalsel dan OJK Kolaborasi Berikan Literasi Keuangan bagi Penyandang Disabilitas di Banua Enam

Sebelumnya, Kepala OJK Kalsel Agus Maiyo membenarkan Bank Kalsel telah mengajukan nama-nama calon direksi untuk mengisi jabatan tiga direksi yang masih kosong.

“Ada lima nama calon yang diajukan untuk mengisi kekosongan jabatan direksi Bank Kalsel, ada juga calon perempuan,” katanya saat Media Update OJK Bersama Forum Wartawan Ekonomi Kalsel, Selasa (23/7/2024), lalu.

Sementara itu sharing session dengan tema “Meningkatkan Kompetensi dan Menyaring Berita Hoax pada Insan Media dalam Gempuran Era Digital, menghadirkan tiga narasumber terkemuka: Direktur Utama Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera, Dr. Irvandi Gustaro; Koordinator Kanal Cek Fakta Tempo, Inge Klara Safitri; dan Komisaris Freeport Indonesia, Dr. H. A.M Fachrir.

Dr. Irvandi Gustaro memulai sesi dengan membahas strategi penanganan berita hoax menjadi pemberitaan produktif untuk mendukung pertumbuhan bisnis Bank Kalsel secara berkesinambungan.

Ia menyoroti dinamika unik yang dihadapi BPD, di mana isu ekonomi sering kali dipengaruhi oleh situasi politik. Kolaborasi antara BPD dan media menjadi kunci untuk mengenali informasi yang benar dan menyajikan berita yang harmonis meski memiliki unsur politik.

“Insan media menjadi bagian penting dari Bank Kalsel. Penting untuk memastikan informasi berasal dari narasumber yang tepat,” ujar Dr. Irvandi.