BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Sebanyak 88 orang petani kelapa sawit asal Kabupaten Tanahbumbu, Provinsi Kalimantan Selatan dibekali Sistem Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) melalui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) tahun 2024.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, drh Hj Suparmi MS.
“Dengan mengucapkan Bismillah. Saya buka Pelatihan ISPO Program Pengembangan SDM PKS tahun 2024 di Kalimantan Selatan,” ujarnya saat membuka kegiatan pelatihan.
Ia menjelaskan bahwa sertifikasi ISPO telah diwajibkan bagi pelaku usaha perkebunan kelapa sawit, baik Perusahaan swasta maupun pekebun rakyat.
Sehingga penting ujarnya, karena di tahun 2025 nanti, tidak hanya Perusahaan perkebunan besar yang harus sertifikasi ISPO, tetapi juga pekebun rakyat harus menerapkan ISPO.
“Saya mewakili Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan menyambut baik adanya kegiatan pelatihan ini. Hal ini juga selaras dengan komitmen Gubernur Kalimantan Selatan untuk mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan,” kata Suparmi.
Sementara itu, Direktur Mutu Institute Wahyu Riyadi, sebagai lembaga penyelenggara pelatihan menyampaikan bahwa selama kegiatan pelatihan, para peserta diberikan pemahaman tentang prinsip dan kriteria ISPO sesuai Permentan 38 tahun 202.
Selain itu, mereka juga diberi kesempatan untuk studi lapang ke Koperasi Perkebunan Buana Sawit Sejahtera (BSS) untuk melihat langsung penerapan prinsip dan kriteria ISPO yang dilaksanakan di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu.
Wahyu pun mengucapkan terimakasih kepada BPDPKS dan Pemerintah karena telah memberikan fasilitas pelatihan ISPO gratis ini kepada para petani kelapa sawit.
Ia juga meminta kepada para peserta yang mengikuti kegiatan ini agar bisa memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya.
“Ambil semua ilmu yang disampaikan narasumber dan terapkan semuanya saat kembali nanti untuk memajukan perkebunan kelapa sawit dengan penerapan sertifikasi ISPO,” lanjut Wahyu.
Di samping itu, Abdul Wachid Saputra salah satu petani sawit mengatakan bahwa pelatihan yang diadakan oleh BPDPKS dan Mutu Institute dinilai sangat bermanfaat, karena materi sampaikan mudah di pahami.







