Untuk mencapai hal ini, pemerintah telah menetapkan berbagai target sesuai dengan rencana aksi nasional untuk pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS dan infeksi menular seksual dari tahun 2020 hingga 2024.
Namun, tantangan yang dihadapi termasuk kurangnya informasi dan strategi komunikasi untuk perubahan perilaku di populasi kunci, serta akses masyarakat terhadap deteksi dini HIV.
Selain itu, stigma dan diskriminasi terhadap orang yang terinfeksi HIV/AIDS masih menjadi masalah.
Salah satu langkah strategis untuk mempercepat pengendalian dan pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Kapuas adalah meningkatkan pengetahuan semua pihak mengenai pentingnya pemeriksaan viral load.
Lokakarya ini dihadiri oleh 44 peserta yang berasal dari puskesmas, rumah sakit, dan Instalasi Farmasi setempat. Narasumber berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dan dokter spesialis Mikrobiologi Klinik dari RSUD dr. H. Soemarno Sosroadmojo Kuala Kapuas.
Sumber: Humas Kominfo







