Negara-negara Timur Tengah Kecam Pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran

Qudah juga menyampaikan belasungkawa Yordania kepada negara dan rakyat Palestina, serta kepada keluarga Haniyeh dan keluarga pengawalnya, seraya mendoakan keduanya beristirahat dengan tenang.

Dalam sebuah pernyataan, Kemenlu Mesir mengatakan bahwa eskalasi berbahaya yang dilakukan Israel dalam dua hari terakhir “akan menyulut konfrontasi di kawasan Timur Tengah yang dapat menyebabkan konsekuensi keamanan serius.”

BACA JUGA: UPDATE Perang Hamas vs Israel: Gaza Sekarat, 9.521 Orang Tewas Sebagian Besar Anak dan Perempuan

“Eskalasi regional ini, yang terjadi di tengah minimnya kemajuan negosiasi gencatan senjata di Gaza, meningkatkan kerumitan situasi, mengindikasikan tidak adanya iktikad politik Israel untuk mencapai perdamaian, serta merongrong upaya Mesir dan mitra-mitranya untuk menghentikan konflik di Jalur Gaza,” urai pernyataan itu.

Dalam sebuah konferensi pers, Menteri Luar Negeri Aljazair Ahmed Attaf mengutuk “aksi teroris yang licik dan keji” ini, serta menggambarkan “pengabaian terang-terangan terhadap norma-norma kemanusiaan, hukum, politik, dan etika” ini sebagai hal yang “mengerikan”.

Attaf juga menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalamnya kepada rakyat Palestina, menegaskan bahwa rakyat Aljazair turut merasakan penderitaan mereka selama masa-masa sulit ini.

Sejak 7 Oktober tahun lalu, Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Hamas.

Menurut otoritas kesehatan Gaza, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 39.445 warga Palestina di daerah kantong tersebut, sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan hampir 2 juta orang di Gaza terpaksa mengungsi.

Sumber: Xinhua
Editor: Elpian