“Karena kalau tidak masuk dalam database akan tidak ada tenaga non ASN. Nanti kami coba rapatkan dengan SKPD terkait tentang masalah tenaga kesehatan yang masih kesulitan,” ungkapnya.
Hamida menambahkan, pihaknya akan merapatkan kembali terkait permasalahan ini untuk distribusi nakes ke daerah terpencil.
“Ini kami akan diskusikan, akan kita rapatkan kembali, seperti apa modelnya,” tambahnya.(Kalimantanlive.com/ A Hidayat)
editor : TRI







