BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM- Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat gelar Diseminasi Hasil Audit kasus Stunting tahap I Kota Banjarmasin, di Aula Kayuh Baimbai Balaikota, Kamis (01/08/2024).
Pertemuan kali ini pun mengkaji terkait upaya penanganan di beberapa lokus terdata meliputi kelurahan Pekapuran Laut, Kelayan Barat, Alalak Selatan, Pekapuran Raya dan Teluk Tiram.
Di mana, hal ini dapat bermanfaat sebagai langkah pendampingan TP2S sekaligus pendalaman faktor-faktor kondisi yang akan mempertajam perencanaan ke depan.
Acara ini pun menggandeng dr. Ati Rahmipurwandari Sp.A (Dokter Spesialis Anak RSUD Sultan Suriansyah) dan Ceria Hermina M.Psi (Konsultan Psikologi UMB) selaku narasumber.
Wakil Walikota Banjarmasin yang juga Ketua TP2S H Arifin Noor menginginkan hasil audit yang telah dilaporkan ini dapat menjadi perhatian seluruh pihak.
“Memang ada beberapa hal yang harus kita pertahankan, termasuk soal pemenuhan hak gizi (memberi makan kepada anak-anak),” ujarnya.
Sehingga, dengan tegas ia menggalakkan seluruh stakeholder dari Dinas KB, DukcapIl, termasuk melibatkan dokter anak dan psikolog untuk mendata dan berjuang bersama menurunkan stunting secara terstruktur.
Dirinya mengaku optimis, target penurunan Stunting hingga di angka 14% itu dapat dicapai dengan upaya yang lebih masif.
“Mudah-mudahan nanti setahun kedepan bisa lebih turun lagi sesuai target yaitu 14 persen, sekarang 26 persen, kita perlu berjuang kurang lebih 12 persen lagi,” tutupnya.
Sementara itu, DPPKBPM M. Helfianoor menuturkan pertemuan tersebut sebagai tindaklanjut awal dari fenomena kasus yang ada, terutama soal peranan orang tua dalam pola asuh anak.
“Metode yang kita ambil kebanyakan dari kasus yang terjadi di masing-masing kelurahan. Lalu kita coba petakan baik itu faktor penyebab resiko, penyebab stuntingnya dibantu oleh tim ahli yang berasal dari RS Sultan Suriansyah dan Psikologi UMB,” terangnya.
Oleh karena itu, dengan beragam opsi atau sudut pandang yang coba digali dari hasil audit kasus tersebut. Ia berharap hal ini dapat menjadi tolak ukur tim pencegahan dan penurunan stunting (TP2S) untuk melakukan intervensi.
“Kita harap sedikitnya gambaran faktor-faktor risiko tadi bisa dijadikan bahan bagi teman-teman TP2S pada saat melaksanakan intervensi ketika di lapangan,” tandasnya.
Adapun yang menjadi fokus perhatian dari data hasil audit kasus stunting ini meliputi sebanyak 5 Batita, 5 Balita, 5 Ibu Hamil, 5 Ibu Hamil pasca melahirkan serta 4 Calon Pengantin.(Kalimantanlive.com/Lina)
Banjarmasin Targetkan Penurunan Stunting Hingga 14 Persen, Ini Tantangan yang Harus Dihadapi









