PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Kepedulian terhadap momentum bersejarah HUT Ke-79 Kemerdekaan RI kian bergelora di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).
Aksi bagi-bagi bendera merah putih di daerah Berjuluk Bumi Tuntung Pandang ini berlangsung sejak pengujung Juli lalu dan masih berlanjut hingga sekarang.
Bahkan pada Jumat (2/8/2024) hari ini pegiat lingkungan dan sosial kemasyarakatan Tala yakni Muhammad Khaidir dan anggotanya dari Masyarakat Penjaga Alam Indonesia (MPAI) Masyarakat Sadar Lingkungan (My Darling) Kalsel terus bergerak.
Sejak kemarin mereka blusukan ke kampung-kampung mendistribusikan bendera merah putih. Fokus hari ini mereka menyisir bendera-bendera warga yang kusam atau mulai rusak.
“Hari ini kami khusus mengganti bendera merah putih milik warga yang kusam, kami ganti dengan yang baru supaya warga tambah ceria menyanbut HUT Kemerdekaan,” ucap Abdul Rahman, sekretaris MPAI My Darling Kalsel.
Pihaknya bergerak menyebar sesuai sasaran masing-masing. Sasarannya yakni Desa Pagatan Besar di Kecamatan Takisung, Desa Sungai Riam di Kecamatan Pelaihari, dan Desa Gunung Melati di Kecamatan Batu Ampar.
Bila waktunya masih memungkinkan juga akan menyasar Desa Pantai Linuh di Kecamatan Batu Ampar. Jika tidak sempat maka akan dilanjutkan hari berikutnya.
Pada hari pertama, Kamis sore kemarin, Khaidir bersama Abdul Rahman dan anggota bergerak ke Desa Tanjung di Kecamatan Bajuin. Sebanyak 20 lembar bendera yang mereka bagikan kepada warga setempat.
Sedangkan hari ini mereka setidaknya bergerak ke tiga desa. Tiap desa juga mendapat jatah 20 lembar bendera. Sasarannya yakni bendera-bendera warga yang kusam dan yang mulai rusak.
Abdul Rahman mengatakan melalui aksi bagi-bagi bendera merah putih tersebut pihaknya ingin turut menyemarakkan HUT ke-79 RI. Terutama di perdesaan agar gema perayaan hari istimewa itu juga turut menggema secara semarak hingga di perkampungan.
Warga yang didatangi My Darling pun begitu antusias dan senang. Imam Santoso misalnya, warga Desa Gunung Melati ini bersama anaknya, Andrean, langsung memasang bendera baru yang diberikan.
“Kami sangat senang karena masih ada organisasi yang langsung turun langsung ke masyarakat bagi-bagi bendera merah putih. Terima kasih banyak atas perhatiannya,” ucap Andrean.
Ia mengatakan bendera yang dimiliki orangtua memang sudah mulai kusam karena telah berusia sekitar empat tahun. Karena itu, dirinya terharu dan tersanjung mendapat bendera baru.(kalimantanlive.com/syahza rei maghribbi)







