Gusti Gusda dari Tim Akademik Kemahasiswaan di LLDikti XI menjelaskan, kendala yang pihaknya hadapi berkaitan dengan pelaksanaan. “Menurut hasil survei, kendala berkaitan dengan kurangnya pemahaman dari perguruan tinggi swasta tentang cara mengkonversikan mata kuliah MBKM.”
“Topografi kita sangat luas, padahal ada perguruan tinggi swasta yang masih perlu didampingi. Sehingga, yang menjalankan MBKM Mandiri adalah perguruan tinggi swasta yang sudah matang, sementara masih banyak yang perlu didampingi,” jelas Gusti Gusda.
BACA JUGA: Hardiknas 2024, Wakil Wali Kota: Merdeka Belajar Sebagai Pilar Transformasi Pendidikan Banjarmasin
LLDikti XI telah melakukan sosialisasi daring dan luring serta bekerja sama dengan pemerintah daerah agar mahasiswa dapat difasilitasi untuk menjalankan program MBKM Mandiri. LLDikti XI juga menjadi fasilitator yang mempertemukan industri, perusahaan, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi untuk menandatangani kesepakatan.
“Kami fokus menjadi fasilitator. Kami mempertemukan perguruan tinggi dengan industri, baik lokal di Kalimantan, tingkat nasional, maupun luar negeri,” ucap Muhammad Akbar.
LLDikti XI baru saja menggelar Multi Stakeholder Dialogue (MSD) di Balikpapan, yaitu acara yang mempertemukan pihak perguruan tinggi, pemerintah, sektor bisnis, dan organisasi kemasyarakatan untuk mendiskusikan rencana kerja sama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di daerah.
Sumber: Tim PR Kampus Merdeka
Editor: elpian









