Manajer PLN UP2K Provinsi Kalimantan Selatan, Winardi, dalam laporannya mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 49 desa yang belum teraliri listrik, yang berarti 52% desa di Kabupaten Murung Raya masih memerlukan akses listrik.
Winardi juga menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam proses pembangunan listrik desa, termasuk masalah pembebasan lahan dan perambasan pohon.
“Kendala di lapangan mencakup pembebasan area dan perambasan pohon, yang menghambat penarikan jaringan. Selain itu, penanaman tiang di lokasi hauling Adaro perlu pendampingan agar tidak merugikan hak masyarakat, serta ada masalah keamanan terkait pencurian aset dan material,” tambahnya.
BACA JUGA:Saat Ujian Kenaikan Tingkat, Terungkap Komitmen Pemkab Tanah Bumbu Terhadap Para Karateka
Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah, lurah, camat, kepala desa, dan masyarakat, serta perusahaan-perusahaan di Kabupaten Murung Raya, untuk mendukung pembangunan jaringan listrik, terutama terkait tanaman produktif milik masyarakat yang dapat menyulitkan proses pembangunan.
Kalimantanlive.com/Efendi







