Pegiat Lingkungan Tanah Laut Kritisi Baliho Bacalon Kepala Daerah, Khaidir: Jangan Dipaku di Pohon!

PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM- Kontestasi demokrasi paling krusial di daerah pada Pilkada Serentak November 2024 segera terjelang. Baliho sejumlah figur atau bakal calon (bacalon) kepala daerah pun mulai ramai bertebaran di tempat-tempat strategis.

Umumnya bacalon di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), telah membentuk tim yang menyebar ke seluruh penjuru wilayah. Begitu pula di Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Alat sosialisasi paling populer yang mereka gunakan didominasi jenis baliho yang dipajang di kanan kiri bahu jalan raya maupun di tempat-tempat (ruang publik) strategis lainnya yang kerap menjadi tempat berkumpul banyak orang.

Selain itu tim bacalon juga melakukan sosialisasi melalui media sosial (medsos) untuk mengenalkan diri atau lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. Namun yang menjadi sorotan kalangan pegiat yakni di dunia nyata terutama pemasangan baliho di ruang publik.

Pasalnya, sejumlah baliho bacalon dipasang dengan cara yang dinilai kurang ramah lingkungan seperti memaku baliho ke batang pohon penghijauan. Sebagian lagi memaku tiang penyangga baliho ke batang pohon agar tak mudah roboh.

Khaidir, pengurus DPD Masyarakat Penjaga Alam Indonesia (MPAI) Masyarakat Sadar Lingkungan (My Darling), Kamis (8/8/2024), mengatakan pihaknya telah memberitahu kepada tim-tim bacalon kepala daerah agar memasang baliho secara baik tanpa memaku ke pepohonan.

“Saya yakin semua para calon pasti cinta lingkungan dan ini hanyalah hal terkecil untuk menjaga lingkungan dan pepohonan yang rindang,” ucap aktivis lingkungan ini.

Dikatakannya, saat ini memasuki musim kemarau sehingga keberadaan pohon-pohon sangat bermanfaat untuk menyerap atau persedian air agar tidak kekeringan. Karena itu harus dijaga bersama agar pertumbuhan tidak terganggu.

Paku-paku yang ditancapkan di batang pohon secara langsung akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan pohon tersebut karena memunculkan luka (merusak jaringan). Apalagi jika kemudian terlalu banyak paku yang menancap.

“Karena itu saya berharap semua para calon kepala daerah untuk memerintah kan para tim nya untuk merapikan baliho-baliho yang di pasang di pohon-pohon dengan cara di paku,” pungkas Khaidir.(kalimantanlive.com/syahza rei maghribbi)

editor : TRI