BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Guru Besar Tata Negara Universitas Indonesia, Prof Dr H Jimly Asshiddiqie meminta kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk bisa meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.
Hal itu diungkapkan Prof Jimly usai menjadi narasumber dalam kegiatan Call For Papers Seminar Nasional Lokakarya: Refleksi dan Evaluasi Penegakan Hukum Pemilu 2024 di Kota Banjarmasin, Sabtu (10/8/2024) sore.
# Baca Juga :Indikasi Penggelembungan Suara Pemilu DPR RI di Kabupaten Banjar Masuk Persidangan di Bawaslu Kalsel
# Baca Juga :Pemungutan Suara Ulang, KPU dan Bawaslu Kalsel Pantau TPS 05 Belimbing Raya Tabalong
# Baca Juga :Besok, Prabowo Sapa Simpatisannya di Kota Banjarmasin, Bawaslu Kalsel: Ingat Jangan Libatkan ASN, TNI & Polri!
# Baca Juga :Bawaslu Kalsel Gelar Apel Siaga, Ini Fokus yang Diawasi Selama Kampanye, di Antaranya Netralitas ASN
“Semoga Bawaslu bisa melibatkan semua stakeholder yang ada, seperti mahasiswa LSM dan masyarakat banyak dalam sisi pengawasan terhadap pelaksanaan Pilkada mendatang,” katanya.
Sehingga dari situ, ujarnya praktek money politik bisa berkurang.
Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat jika menemukan praktek money politik agar bisa melaporkan ke Bawaslu.
“Walaupun itu ga bisa habis (money politik) tapi itu bisa dikurangi, dan jika ada yang menemukan praktek tersebut, ambil uangnya dan silahkan laporkan,” jelas Mantan Ketua Makamah Konstitusi (MK) periode 2003-2008 ini.
Diketahui dalam kegiatan Call For Papers Seminar Nasional Lokakarya Bawaslu Kalsel ini juga turut dihadiri berbagai perwakilan akademis, LSM, mahasiswa, sejumlah komisioner KPU dan Bawaslu di Kabupaten/Kota di Kalsel, serta tamu undangan lainnya.(Kalimantanlive.com/Ilham)
editor : TRI










