Ia menambahkan, sebanyak 24 anak yang mengikuti program pembelajaran yang dilaksanakan sejak sore hingga malam hari hari atau Isya.
“Kita masih ada keterbatasan biaya, belum ada tempat penginapan untuk anak-anak, pengajar juga hampir tidak menerima honor. Sementara bantuan dari pemerintah juga belum maksimal,” tambah Iberahim.(Kalimantanlive.com/ A Hidayat)
editor : TRI







