SERUYAN, Kalimantanlive.com – Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan, Bejo Riyanto, mengungkapkan kekhawatirannya terkait perkembangan budidaya ikan Pipih di wilayahnya.
Dalam penilaiannya, Bejo Riyanto menilai bahwa laporan mengenai keberhasilan program ini masih stagnan dan belum memadai.
BACA JUGA:DPRD Seruyan dan Pemkab Sepakati Perubahan APBD 2024, Targetkan Rampung 16 Agustus
“Sebagai mitra kerja dari Dinas Perikanan, kami belum menerima laporan detail mengenai hasil budidaya ikan Pipih di Sungai Kelua. Dari pantauan kami, perkembangan program ini terkesan stagnan,” ungkap Bejo Riyanto dalam konferensi pers yang diadakan pada Jumat (8/8/2024).

Budidaya ikan Pipih di Kabupaten Seruyan merupakan salah satu inisiatif pemerintah daerah untuk meningkatkan sektor perikanan lokal. Namun, Bejo Riyanto menyoroti kurangnya informasi yang memadai mengenai kemajuan dan efektivitas program tersebut.
Ketua Komisi A DPRD ini menekankan pentingnya adanya laporan yang komprehensif dari Dinas Perikanan agar DPRD dapat mengevaluasi dan memberikan dukungan yang tepat.
BACA JUGA:Ketua DPRD Seruyan Zuli Eko Dorong RSUD Kuala Pembuang Tingkatkan Layanan Kesehatan
“Kami mendorong Dinas Perikanan untuk lebih serius dalam mengelola dan melaporkan perkembangan budidaya ikan Pipih ini. Pengembangan yang optimal diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat,” tambah Bejo Riyanto.









