Sementara itu, dengan adanya lomba ini, Ibnu Sina berharap atlet-atlet yang mengikuti lomba dragon boat ini dapat mengharumkan Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarmasin bahkan hingga ke tingkat internasional.
“Lomba ini diikuti oleh 10 tim dari Kota Banjarmasin, ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga sebagai upaya mempromosikan budaya dan pariwisata Kota Banjarmasin,” katanya.
Sebagai kota yang dikenal dengan julukan Kota Seribu Sungai, Banjarmasin terus mengembangkan potensi sungainya sebagai destinasi wisata dan sarana olahraga. Ibnu Sina menekankan bahwa kegiatan di sungai tersebut merupakan bagian dari tradisi dan kebanggaan masyarakat Banjarmasin.
“Banjarmasin dengan water front city-nya sebagai penanda depan kota maka sungainya bisa dipakai untuk atraksi wisata termasuk juga olahraga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ibnu Sina mengungkapkan bahwa lomba perahu naga itu juga menjadi bagian dari kerjasama antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan salah satu production house, ‘DHF Entertainment’, yang sedang memproduksi film Kuyank. Film tersebut mengambil beberapa lokasi syuting di Banjarmasin.
“Perahu naga ini adalah bagian dari kerjasama kita dengan salah satu production house yaitu film Kuyank yang mengambil shooting di Banjarmasin salah satunya, sehingga nanti kegiatan ini juga masuk dalam mungkin sekuel film Kuyank yang merupakan kerjasama antara pemerintah kota Banjarmasin juga berkontribusi untuk mengisi konten-konten yang diinginkan oleh DHF Entertainment,” jelasnya.







