Sanggar Seni ABG yang didirikan Sihabuddin Chalid telah kerap tampil pada berbagai acara penting dan selalu sukses tampil mengesankan. Di antaranya pernah pada momen Hari Jadi Kabupaten Tala pada Tala Expo, pernah tampil di Q-Mall di Banjarbaru. Pernah tampil pada acara tingkat nasional bertempat di Kiram Park, Kabupaten Banjar.
Pada pementasan Sendratari Perang Batakan karya Dr Sihabuddin Chalid MMPd pada Malam Resepsi Merah Putih di halaman kantor Bupati Tala pada Sabtu malam tadi, Sanggar Seni ABG memainkan Episode Penyerbuan di Bukit Timah.
Sebagai informasi, secara administratif, Bukit Timah saat ini berada di wilayah Desa Tanjung Dewa, Kecamatan Panyipatan. Desa ini bertetangga dekat dengan Desa Batakan.
Sendratari Perang Batakan didasarkan pada masa perjuangan untuk merebut wilayah Batakan dan sekitarnya yang kala itu masih dikuasai Belanda pasca kemerdekaan pada tahun 1946 silam.
Kala itu Belanda kembali menginjakkan kakinya melalui bendera perdamaian pasukan bersama Inggris dan Australia. Tapi sebenarnya Belanda masih menguasai wilayah pesisir termasuk Batakan, Batu Lima, Kandangan Lama, dan Tabanio.
Melalui perintah Panglima Besar Jenderal Sudirman pasca perang 10 November 1946, Brigjen Hasan Basri dan Kapten Mustafa Idham mendapat tugas khusus untuk segera merebut Tanah Banjar.
Akhirnya perang gerilya pun tak terelakkan lagi. Brigjen Hasan Basri bertempur di wilayah Hulu Sungai. Sementara itu Kapten Mustafa Idham dengan julukan Naga Bonar mengerahkan pasukkan untuk menyerang di Puruk Cahu (Kalteng) serta ke Batakan untuk mengambil alih wilayah yang dikuasai Belanda.
Pada Episode Penyerbuan di Bukit Timah tersebut dikisahkan, saat pesta yang melenakan dan memabukkan pihak Belanda dengan tarian dan minuman anggur, di situlah penyerbuan dilakukan oleh pejuang Mustafa Ideham bersama rakyat.
Penyerbuan itu dengan tujuan untuk melakukan pembalasan atas kematian rakyat yang tak bersalah. Sekaligus merebut markas Bukit Timah yang bersejarah tersebut dengan semangat Haram Manyarah Lawan Walanda.
Melalui pertempuran yang cukup sengit akhirnya petinggi belanda yaitu Kapten Belanda tertangkap bersama pembantu-pembantunya untuk dieksekusi oleh pasukan Kapten Mustafa Ideham.(kalimantanlive.com/syahza rei maghribbi)
editor : TRI










