PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Setelah dimulai sejak Senin kemarin, kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), resmi berakhir, Kamis (22/8/2024) siang.
Penutupan PKKMB dilakukan langsung oleh Direktur Politala Dr Hj Mufrida Zein SAg MPd bertempat di outdoor dekat kantin kampus setempat.
Hadir Dewan Penyantun Politala Dr H Sihabuddin Chalid, pimpinan Badan Pusat Statistik (BPS) Tala, jajaran wakil direktur, ketua jurusan/program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan lainnya.
Mufrida menyampaikan apresiasinya kepada Ketua Panitia PKKMB M Jufri Kashar SE bersama anggota dan para pendamping kegiatan.
Menururnya, semua telah bekerja all out selama empat hari sehingga seluruh rangkaian kegiatan terlaksana sukses dan lancar
Jumlah peserta PKKMB sebanyak 526 orang. Tercatat dua orang mahasiswa baru yang tak ikut kegiatan (izin) karena mengikuti lomba di provinsi dan berhasil menang.
Mufrida mengatakan pelaksanaan PKKMB tahun ini berbeda apabila dibandingkan dengan tahun-tahun yang sebelumnya.
Hal ini karena adanya sesi brainstorming yang tidak cuma menggali kemampuan maba. Namun juga gagasan atau ide-ide yang dimiliki untuk dikembangkan dan difasilitasi.
Porsi pendidikan dan latihan dasar bela negara juga lebih dominan diberikan agar maba menjadi agen of change. Menjadi pelopor perubahan di masyarakat, daerah serta negara.
Maba diharapkan mendapatkan tiga hal penting setelah menjalani PKKMB selama empat hari tersebut yang digar secara all out tiap hari.
Pertama yaitu soft skill yaitu tentang etika dasar yaitu sikap, menghormati orang lain. Tepat waktu, disiplin suka bersih, dan membiasakan antre secara baik.
Kedua, sebut Mufrida, mempunyai mentalitas yang kuat sebagai a good driver yaitu seorang sopir yang baik terhadap diri sendiri.
“Jadi bukan hanya sebagai penumpang (passenger) yang hanya menyerah kemana orang lain membawa. Karena itu pembinaan mental di PKKMB menjadi bagian penting yang ditanamkan,” tandas Mufrida.
Ketiga, maba harus mempunyai visi, tujuan dan target ke depan. Pasalnya, kini mereka telah resmi menjadi mahasiswa yakni mahasiswa Politala.
Mifrida menekankan jika ingin menjadi seorang yang visioner dan pemenang dalam kehidupan keluarga, masyarakat serta di dunia kerja, maka harus menampilkan diri sebagai seorang juara.
Dengan begitu bisa menggenggam masa depan yang cerah. Karena setelah selesai mengikuti PKKMB, maba menjelma sebagai pribadi yang berbeda dibanding ketika masih menjadi siswa yang selalu dipandu oleh guru.
Sekarang setah menjadi seorang mahasiswa maka akan menjadi pribadi tangguh yang siap untuk mandiri. Tidak selalu bergantung pada dosen.
Para dosen, mentor, instruktur, dan fasilitator, kata Mufrida, hanya mengantarkan pada tujuan yang telah ada dalam silabus dan kurikulum serta capaian pembelajaran.
Selebihnya sangat ditentukan oleh kreativitas dan kemandirian mahasiswa dalam melakukan pengayaan keilmuan dan pengembangan diri.
Dikatakannya, kemandirian pribadi sangat menentukan untuk mendapatkan kesuksesan pada pelaksanaan tridharma yaitu belajar, meneliti dan melakukan pengabdian.
Lebih lanjut Mufrida mengatakan ada tiga hal penting yang harus selalu diperhatikan oleh seluruh mahasiswa yaitu knowledge atau pengetahuan, attitude atau perilaku/sikap, dan skill atau keterampilan.
“Ilmu pengetahuan harus dipelajari secara menyeluruh dan komprehensif sehingga nanti bisa mendapatkan sertifikat kompetensi selain ijazah ketika nanti lulus,” papar Mufrida.
Selain akan itu yang tak kalah penting adalah attitude karena hal ini berkaitan dengan perilaku, sikap, dan karakter. Selanjutnya tentu juga harus ditopang skill yang memadai.
Mufrida menegaskan Politala adalah kampus yang tepat untuk mendapatkan tiga hal penting tersebut.
Apalagi Politala kini makin eksis sebagai Kampus JUARA (Jujur, Unggul, Agamis, Ramah, Atraktif) dengan masa depan PASTI (Profesional, Aplikatif, Siap Kerja, terampil, Inovatif).
Mufrida mengatakan para mahasiswa harus kreatif dan inovatif sehingga dapat menghasilkan karya yang bermakna dan bermanfaat untuk banyak orang/pihak.
Negara ini memerlukan pekarya atau orang-orang yang punya karya, bukan pembeli. Ini akan terjawab ketika kuliah di Politala yang selalu mengedepankan kreativitas dan pengembangan diri mahasiswa. (kalimantanlive.com/syahza rei maghribbi)
editor : TRI







