Jelang Pilkada Serentak 2024, Ketua Dewan Pers Ingatkan Agar Wartawan Netral dan Tidak Jadi Tim Sukses

Dia mengambil contoh, di Kalsel yang akan digelar Pilkada di 13 kabupaten/kota, termasuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel.

Ninik menyebut pers memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan publik mendapatkan persepsi yang tepat tentang calon-calon.

BACA JUGA: Awasi Money Politik, Prof Dr H Jimly Asshiddiqie Minta Bawaslu Kalsel Lakukan Ini

Terakhir, dia berpesan, pers harus terus menjaga iklim demokrasi yang sehat dan mendukung penyelenggaraan Pilkada yang adil dan bebas dari penyebaran hoaks serta intervensi buzzer.

“Pers harus menjaga kewarasan publik dalam memilih calon-calon pemimpinnya. Peran pers begitu penting dalam memberikan informasi yang kuat dan akurat,” cetusnya.

Terakhir, Ketua Dewan Pers juga minta agar mahasiswa tetap tegak lurus menjaga demokrasi.

“Mahasiswa harus berani melapor,

Ninik menambahkan, untuk memastikan agar Pemilu berkualitas berjalan lancar dan demokratis, Dewan Pers bersama Bawaslu membuat Satgas Pemilu di seluruh Indonesia.

Sementara itu Nara sumber Koordinator Komite Pemilih Indonesia Jeiry Sumampow mengingatkan untuk mengurangi terjadinya konflik saat Pemilu atau Pilkada, penting harmonisasi dan kolaborasi masyarakat sipil, bawaslu dan KPU.

“Harmonisasi ini penting tidak hanya untuk menghindari konflik, juga untuk membangung kepercayaan publik terhadap proses dan hasil pemilu,” ujarnya.