MUARA TEWEH, Kalimantanlive.com – Bimbingan Teknis atau Sosialisasi Fasilitasi Penanaman Modal, Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Pengawasan Perizinan Berbasis Rosiko, diadakan di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Barito Utara, Senin, 26 Agustus 2024 pagi.
Kegiatan yang diperuntukan bagi dunia usaha Barito Utara ini dihadiri perwakilan Pj Bupati Barito Utara, Drs. Muhlis dan perwakilan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Drs. Jufriansyah.
BACA JUGA: KPU Barito Utara dan Wartawan Eratkan Hubungan Jelang Pilkada Serentak 2024, Ini Info Pentingnya
Turut hadir unsur Forkopimda, tamu undangan serta pegiat dunia usaha dari berbagai skala usaha hingga perusahaan. Peserta pelaku usaha yang mengikuti kegiatan ini sekitar 100 orang.
Kepala Dinas PMPTSP, Jufriansyah dalam laporannya yang dibacakan oleh perwakilannya menyebutkan, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan capaian realisasi penanaman modal di Barito Utara, meningkatkan kepatuhan pelaku usaha dalam melaksanakan kegiatan usaha sesuai dengan peraturan perundang-undangan, serta meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai ketentuan pelaksanaan penanaman modal.
Jufriansyah memaparkan target realisasi investasi tahun 2023 dari Kementrian Investasi/BKPM RI untuk Barito Utara sebenarnya ditargetkan 376 miliar. Akan tetapi, lanjut dia, Barito Utara mampu melebihi target dengan naik 4 kali lipat, yakni Rp 1,5 triliun.
“Tahun 2024 Barito Utara ditargetkan oleh Kementrian Investasi/BKPM RI yaitu sebesar Rp 697,7 miliar lebih. Berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal triwulan 2, realisasi investasi di Barito Utara mencapai Rp 3,5 milyar lebih,” jelasnya.







