Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Putu Wisnu Wardana, menyatakan bahwa festival ini adalah wujud dukungan pemerintah dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi para pelajar untuk berekspresi.
“Festival ini bukan hanya tentang keterampilan dalam memainkan alat musik, tetapi juga tentang seni sastra melalui musikalisasi puisi dan madihin. Kami ingin memotivasi dan membantu pelajar untuk meningkatkan potensi diri mereka,” jelasnya.
Wisnu Wardana juga menekankan bahwa seni adalah sesuatu yang universal dan dapat dinikmati oleh semua kalangan.
“Karya seni bukan hanya milik segelintir orang, tetapi merupakan hak semua lapisan masyarakat. Kami berharap festival ini dapat menjadi jembatan untuk mengembangkan keterampilan seni bagi pelajar, didukung oleh orang tua, guru, dan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Acara pembukaan festival ini dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Budporapar, Kepala Dinas Pendidikan, Camat Kusan Hilir, serta perwakilan dari Polsek, Koramil, dan KUA setempat.
Kehadiran Dewan Kesenian Tanbu dan seluruh peserta dari berbagai sekolah menunjukkan antusiasme dan dukungan masyarakat terhadap pengembangan seni dan budaya lokal.
Dengan semangat dan kreativitas para pelajar yang ditunjukkan dalam festival ini, diharapkan Tanah Bumbu dapat terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga bangga akan warisan budaya daerahnya.
Kalimantanlive.com?Desy
Editor: elpian







