Selain itu, Darmawan menambahkan bahwa PLTGU Tambak Lorok Blok 3 memiliki respon time yang sangat cepat, yaitu 70 MW dalam 1 menit. Keunggulan ini membuka peluang untuk meningkatkan pertumbuhan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) lainnya yang bersifat intermiten, karena PLTGU ini dapat dengan cepat mengantisipasi fluktuasi pasokan listrik.
“Dengan adanya pembangkit listrik dengan respon cepat seperti ini, keandalan sistem kelistrikan di Jawa Tengah akan meningkat drastis, dan ruang untuk menambah energi terbarukan juga akan meningkat signifikan,” jelas Darmawan.
BACA JUGA: Kado Kemerdekaan, PLN Operasikan Trafo Baru di Gardu Induk Cempaka Banjarbaru

Secara terpisah, General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Abdul Salam Nganro, menyatakan bahwa penggunaan teknologi canggih di pembangkit ini sejalan dengan komitmen PLN untuk mendukung transisi energi menuju penggunaan energi terbarukan di masa depan, guna menciptakan sistem kelistrikan yang lebih berkelanjutan.
“PLTGU Tambak Lorok adalah contoh pembangkit yang dilengkapi dengan teknologi terbaru, yang tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan. Pembangkit ini akan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta transisi energi menuju penggunaan sumber energi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Salam.
Sumber: Humas PLN UIP3B
Editor: elpian







