JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Keputusan mengejutkan datang dari Dr. dr. Diani Kartini, SpB Subsp.Onk (K), seorang dokter spesialis yang sudah 14 tahun bekerja di RS Medistra, Jakarta Selatan. Dokter Diani secara tegas memutuskan untuk mundur dari rumah sakit tersebut setelah mengetahui adanya kebijakan diskriminatif terkait larangan penggunaan hijab bagi tenaga kesehatan.
“Saya langsung keluar dan tidak bekerja di Medistra lagi, tepatnya Sabtu, 31 Agustus 2024,” ungkap Diani Kartini dengan tegas.
Dokter Diani mengetahui aturan kontroversial ini setelah mendengar keluhan dari kerabatnya yang mendaftar sebagai dokter umum di RS Medistra. Sang kerabat diminta melepas hijabnya jika diterima bekerja.
Protes yang Viral di Media Sosial
Tidak tinggal diam, dokter Diani sempat melayangkan surat protes kepada jajaran direksi RS Medistra. Isi surat tersebut menjadi viral di media sosial X, menimbulkan gelombang dukungan dari netizen yang mengecam kebijakan rumah sakit tersebut. Namun hingga saat ini, dokter Diani mengaku belum mendapat tanggapan resmi dari pihak RS.
“Diskriminasi ini sangat saya tentang! Kenapa harus ada perbedaan antara perawat, dokter umum, dan dokter spesialis dalam mengenakan hijab? Ini sungguh tidak bisa diterima!” tegasnya.
RS Medistra Buka Suara
Menanggapi kehebohan ini, Direktur RS Medistra, Dr. Agung Budisatria, MM, FISQua, menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa RS Medistra tidak melakukan diskriminasi dalam proses rekrutmen dan akan menelusuri lebih lanjut dugaan adanya pertanyaan diskriminatif dalam wawancara.
“Kami akan memastikan proses rekrutmen lebih ketat dan transparan agar hal seperti ini tidak terulang,” ujar Agung Budisatria.







