Penyebab Angin dan Hujan
Saat ini terpantau satu buah bibit siklon tropis, yaitu bibit siklon tropis 92 W di wilayah bagian Timur dari Filipina, yang membentuk daerah konvergensi terutama di daerah Laut Sulu hingga wilayah bagian Timur Filipina, dan juga di daerah Perairan bagian Timur dari Filipina. Kemudian bibit siklon tropis ini juga menginduksi kecepatan angin lebih dari 25 knot atau low level jet yang terdapat di sekitar Laut Filipina.
Kemudian sirkulasi siklonik juga terpantau di wilayah bagian Timur dari Vietnam, yang membentuk daerah konvergensi di sekitar Laut Cina Selatan. Daerah konvergensi lainnya juga terpantau di Samudra Hindia Barat Sumatera, kemudia di daerah Laut Natuna bagian Utara, di Kalimantan Barat, di wilayah Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, kemudian di daerah Teluk Cendrawasih, dan yang terakhir di sekitar Samudra Pasifik Utara Papua.
Daerah konfluensi atau pertemuan angin terdapat di daerah Laut Sulawesi dan di daerah Perairan Utara Papua Barat.
Kondisi-kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan hujan, terutama di sekitar bibit siklon tropis, di wilayah sirkulasi siklonik, di wilayah konvergensi, dan di wilayah konfluensi tersebut.
Kemudian untuk prediksi angin di lapisan permukaan. Untuk wilayah Indonesia, secara umum bergerak dari arah Tenggara dan dari arah Timur, dengan kecepatan berkisar antara 10-40 km/h.
Perlu diwaspadai terkait peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot atau low level jet yang terdapat di Samudra Hindia Barat Laut dari Aceh, dan juga di Laut Karang yang dapat meningkatkan potensi tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut.
Prediksi suhu dan kelembapan di Kota-Kota Besar wilayah Indonesia berkisar antara 16-36˚C untuk prediksi suhu, dan untuk kelembapan berkisar antara 37-99%.
Waspadai potensi tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah pada kategori sangat mudah terbakar atau yang berwarna merah, terutama di sebagian besar wilayah Sumatera kecuali Sumatera Barat, di wilayah Jawa, Bali, NTB, dan NTT, di wilayah Kalimantan bagian Barat, Tengah, dan Selatan, di wilayah Sulawesi Barat bagian Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara, kemudian di wilayah Maluku bagian Tenggara, dan juga di wilayah Papua bagian selatan.
Oleh karena itu, dihimbau bagi yang berada di wilayah-wilayah tersebut agar tidak melaksanakan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.
Untuk prediksi ketinggian gelombang di wilayah Indonesia berkisar antara 0,5-2,5 m.(dtm/bmkg.go.id)
editor : TRI







