Ia juga menyampaikan bahwa lebih banyak kabupaten/kota di Indonesia yang mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada akhir Agustus, dibandingkan yang mengalami kenaikan.
Kenaikan IPH tertinggi tercatat di Kabupaten Bintan, Sumatera, dengan nilai perubahan 1,73 persen, yang didominasi oleh kenaikan harga cabai rawit, beras, dan daging ayam ras.
BACA JUGA: RSUD Kapuas Berkoordinasi untuk Percepatan Pembangunan Sarana Cathlab
Di Jawa, kenaikan IPH tertinggi terjadi di Kabupaten Karanganyar, dengan perubahan sebesar 1,04 persen, yang juga dipengaruhi oleh harga cabai rawit, cabai merah, dan minyak goreng.
Sementara itu, di luar Pulau Sumatera dan Jawa, Kabupaten Bone Bolango mengalami kenaikan IPH tertinggi sebesar 3,35 persen.
Windiharso mengingatkan bahwa meskipun beberapa daerah mengalami peningkatan inflasi pangan, harga minyak goreng, beras, dan daging ayam ras perlu diwaspadai, karena tren kenaikannya meluas ke lebih banyak kabupaten/kota.
Di akhir rapat, Drs. Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya upaya pengendalian inflasi yang akan berujung pada stabilitas ekonomi makro.
Ia juga mengingatkan kepada daerah yang mengelola APBD untuk segera merealisasikan pendapatan dan belanja agar inflasi dapat terkendali di tingkat daerah.
Sumber: Humas Kominfo







